Menurut FLOQ, angka tersebut menunjukkan bahwa industri kripto Indonesia mulai memasuki fase yang lebih matang. Namun di balik pertumbuhan pengguna dan transaksi yang semakin besar, edukasi mengenai strategi investasi dan pengelolaan risiko dinilai masih menjadi tantangan utama bagi banyak investor baru.
“Trading bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek atau mengikuti hype pasar. Investor perlu memahami bahwa volatilitas yang tinggi juga berarti risiko yang tinggi. Karena itu, edukasi mengenai risk management menjadi fondasi penting dalam membangun kebiasaan investasi yang lebih sehat,” ujar Yudhono Rawis, Founder dan CEO FLOQ.
Buy the Dip dan Pentingnya Entry Strategy
Menurut FLOQ, fenomena “buy the dip” menjadi salah satu strategi yang mulai banyak diperhatikan investor ketika pasar mengalami koreksi tajam. Strategi ini merujuk pada pendekatan membeli aset saat harga mengalami penurunan dengan asumsi potensi pemulihan jangka panjang.
Namun, FLOQ mengingatkan bahwa strategi tersebut tetap membutuhkan perencanaan entry yang matang dan pengelolaan risiko yang jelas, terutama di tengah volatilitas Bitcoin yang dapat bergerak ribuan dolar hanya dalam hitungan hari.
“Banyak investor melihat koreksi pasar sebagai peluang. Tetapi tanpa strategi entry, limit harga, atau pengelolaan modal yang baik, keputusan membeli saat harga turun justru bisa berubah menjadi keputusan emosional,” tambah Yudhono.
Sebagai contoh, ketika harga Bitcoin berada di kisaran Rp1,431 miliar, trader dapat menggunakan fitur Limit Order untuk menyiapkan beberapa level entry sebelum pasar bergerak.
Alih-alih langsung membeli di market price, trader dapat memasang order beli otomatis di beberapa area koreksi, misalnya:
-1% di sekitar Rp1,416 miliar,
-3% di sekitar Rp1,388 miliar,
atau -5% di sekitar Rp1,359 miliar.
Dengan pendekatan ini, order baru akan tereksekusi apabila harga Bitcoin benar-benar turun ke level yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut FLOQ, strategi seperti ini umum digunakan trader untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek tanpa harus terus memantau pergerakan market selama 24 jam.
Tampilkan Semua

