Buy the Dip dan Pentingnya Entry Strategy
Menurut FLOQ, fenomena “buy the dip” menjadi salah satu strategi yang mulai banyak diperhatikan investor ketika pasar mengalami koreksi tajam.
Strategi ini merujuk pada pendekatan membeli aset saat harga mengalami penurunan dengan asumsi potensi pemulihan jangka panjang.
Namun, FLOQ mengingatkan bahwa strategi tersebut tetap membutuhkan perencanaan entry yang matang dan pengelolaan risiko yang jelas, terutama di tengah volatilitas Bitcoin yang dapat bergerak ribuan dolar hanya dalam hitungan hari.
“Banyak investor melihat koreksi pasar sebagai peluang. Tetapi tanpa strategi entry, limit harga, atau pengelolaan modal yang baik, keputusan membeli saat harga turun justru bisa berubah menjadi keputusan emosional,” tambah Yudhono.
Sebagai contoh, ketika harga Bitcoin berada di kisaran Rp1,431 miliar, trader dapat menggunakan fitur Limit Order untuk menyiapkan beberapa level entry sebelum pasar bergerak.
Alih-alih langsung membeli di market price, trader dapat memasang order beli otomatis di beberapa area koreksi, misalnya:
-1% di sekitar Rp1,416 miliar,
-3% di sekitar Rp1,388 miliar,
atau -5% di sekitar Rp1,359 miliar.
Dengan pendekatan ini, order baru akan tereksekusi apabila harga Bitcoin benar-benar turun ke level yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut FLOQ, strategi seperti ini umum digunakan trader untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek tanpa harus terus memantau pergerakan market selama 24 jam.
Sebagai ilustrasi, apabila harga Bitcoin mengalami koreksi pada akhir pekan akibat volatilitas pasar, lalu rebound kembali ketika sentimen pasar membaik, trader berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli saat koreksi dan harga ketika pasar kembali naik.
Sebagai contoh sederhana:
trader membeli Bitcoin di area -3% saat koreksi, lalu harga Bitcoin rebound beberapa persen ke area sebelumnya,maka trader dapat melakukan take-profit sesuai target yang telah dipersiapkan sejak awal.
Menurut FLOQ, pendekatan ini membantu investor membangun kebiasaan trading yang lebih disiplin karena keputusan entry dan exit telah direncanakan sebelumnya, bukan dilakukan secara impulsif akibat pergerakan harga atau sentimen media sosial.
Disclaimer: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual aset kripto tertentu. Pergerakan harga aset digital sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar global. Seluruh keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dengan mempertimbangkan profil risiko pribadi.
Mengapa Banyak Trader Menghindari Market Order Saat Volatil
Tampilkan Semua
