Trading Bukan Spekulasi: FLOQ Dorong Pendekatan Risk Management untuk Investor Kripto Baru

FLOQ
FLOQ

Sebagai ilustrasi, apabila harga Bitcoin mengalami koreksi pada akhir pekan akibat volatilitas pasar, lalu rebound kembali ketika sentimen pasar membaik, trader berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli saat koreksi dan harga ketika pasar kembali naik.

Sebagai contoh sederhana:

trader membeli Bitcoin di area -3% saat koreksi, lalu harga Bitcoin rebound beberapa persen ke area sebelumnya,maka trader dapat melakukan take-profit sesuai target yang telah dipersiapkan sejak awal.

Menurut FLOQ, pendekatan ini membantu investor membangun kebiasaan trading yang lebih disiplin karena keputusan entry dan exit telah direncanakan sebelumnya, bukan dilakukan secara impulsif akibat pergerakan harga atau sentimen media sosial.

Disclaimer: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual aset kripto tertentu. Pergerakan harga aset digital sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar global. Seluruh keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dengan mempertimbangkan profil risiko pribadi.

Mengapa Banyak Trader Menghindari Market Order Saat Volatil

FLOQ menilai salah satu tantangan terbesar investor pemula bukan hanya memahami teknologi blockchain atau membaca pergerakan harga pasar, tetapi juga mengendalikan psikologi saat market bergerak ekstrem.

Dalam kondisi bullish, investor sering terdorong melakukan pembelian karena fear of missing out (FOMO). Sebaliknya, saat pasar terkoreksi tajam, banyak pengguna justru melakukan panic selling tanpa strategi yang jelas.

Padahal, menurut FLOQ, disiplin dalam menentukan entry point, target keuntungan, hingga batas risiko merupakan bagian penting dari pendekatan investasi yang lebih sehat.

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, FLOQ menghadirkan fitur Limit Order yang memungkinkan pengguna menentukan harga beli maupun jual sesuai strategi masing-masing. Berbeda dengan market order yang langsung mengikuti harga pasar, fitur ini membantu investor melakukan entry dan exit secara lebih terukur sekaligus mengurangi potensi slippage, kondisi ketika harga aset berubah sebelum transaksi berhasil dieksekusi.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait