Pemenuhan indikator tersebut menandakan tanaman telah memasuki fase generatif aktif dengan potensi produksi stabil sehingga areal dapat diklasifikasikan sebagai TM-1 dan dikelola dalam sistem operasional panen reguler.
Operation Head I PTPN IV Regional V, Ihsan, menegaskan bahwa mutasi TBM-3 ke TM-1 tidak semata-mata bersifat teknis agronomis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Mutasi seluas 1.119 hektare pada awal tahun ini mencerminkan kesiapan fondasi produksi Regional V dalam menopang target kinerja perusahaan ke depan. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi perencanaan tanam, pemeliharaan berbasis standar, serta pengendalian operasional yang disiplin. Fase TM-1 menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan produksi berkelanjutan dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan tata kelola perkebunan yang baik,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi indikator efektivitas program peremajaan dan pengembangan areal yang dijalankan perusahaan dalam menjaga kesinambungan usaha perkebunan jangka panjang.
Tampilkan Semua

