JAKARTA, CILACAP.INFO – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) meresmikan Galeri Investasi BEI dan meluncurkan laboratorium pasar modal GENCAR yang dipimpin Rektor Marsekal Muda TNI (Purn.) Dr. Sungkono, S.E., M.Si.
Inisiatif yang digagas Dr. Lucky Bayu Purnomo ini bertujuan memperkuat literasi keuangan, riset strategis, dan praktik investasi bagi mahasiswa serta masyarakat, menandai lahirnya Generasi Cerdas Pasar Modal Indonesia untuk mendukung penguatan ekonomi nasional.
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) mencetak sejarah baru dengan meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Agustus 2025. Peresmian ini dipimpin langsung oleh Rektor UNSURYA, Marsekal Muda TNI (Purn.) Dr. Sungkono, S.E., M.Si., sebagai bagian dari komitmen UNSURYA dalam meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di lingkungan akademik.
UNSURYA merupakan perguruan tinggi di bawah naungan TNI Angkatan Udara dengan fokus pada Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia, UNSURYA menegaskan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman pasar modal di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
Dalam momentum peresmian tersebut, Dr. Lucky Bayu Purnomo, selaku Ketua Pasar Modal UNSURYA, memperkenalkan laboratorium pasar modal pertama di UNSURYA dengan nama GENCAR – Generasi Cerdas Pasar Modal.
GENCAR dirancang sebagai pusat kajian, penelitian, dan praktik strategi keuangan serta investasi. Melalui pendekatan ilmiah (scientific approach), GENCAR bertujuan menghasilkan kajian strategis yang dapat langsung diaplikasikan dalam dunia usaha maupun kehidupan sosial masyarakat.
Peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, serta Hendriek Gunawan, Direktur Pilarmas Sekuritas.
Selaku pendiri GENCAR, Dr. Lucky Bayu Purnomo merupakan pakar keuangan dan pasar modal yang berpengalaman dalam bidang merger & akuisisi, restrukturisasi utang, peningkatan valuasi perusahaan, hingga membawa perusahaan menuju IPO. Beliau aktif sebagai akademisi, praktisi, sekaligus penggerak literasi keuangan nasional. Kiprahnya mendirikan GENCAR di UNSURYA didorong oleh keyakinan bahwa pendidikan pasar modal harus berbasis pada penelitian dan praktik nyata, sehingga mahasiswa dan masyarakat dapat memahami investasi bukan sebagai spekulasi, tetapi sebagai strategi berbasis ilmu pengetahuan.