Aset Hasil Tipu-tipu Milik Bos Edccash Disita

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Kian marak investasi bodong alias ilegal dengan menamakan diri sebagai mesin pengganda uang Cryptocurrency dan Blockchain salah satunya adalah Edccash.

Sebelumnya banyak dari member Edccash yang menggeruduk kediaman Bos Eddcash dan menuntut si Bos (Owner) agar uang mereka dikembalikan.

Mereka membeli 1 (satu) coin setara Rp20 ribu, namun uang member justru dikembalikan hanya Rp3.500.

Bahkan salah satu korban dari Edccash yakni pemilik pondok pesantren di Bogor yang telah menginvestasikan hampir 1 Miliar.

Pengasuh pondok pesantren tersebut berani investasi karena tergiur dengan profit menggiurkan yakni 15% / Bulan.

Dengan harapan agar bisa membantu yayasannya melalui profit tersebut, namun sayangnya harapan itu hanyalah palsu.

Bagaimana tidak demikian, jangankan profit 15% / bulan, coin yang akan ditukarkan pun tak kunjung bisa dicairkan.

Baru-baru ini kembali rumah bos Edccash digeruduk member setelah sebelumnya para member ramai-ramai melaporkan sang owner atas penipuan.

Tampaknya member sadar bahwa mereka dipermainkan dan hanya jadi sapi perah untuk membuat kaya sang bos investasi bodong satu ini.

Usai dilaporkan, rumah bos-bos edccash di tiga lokasi pun digeledah dan beberapa Aset disita oleh penyidik.

*LOKASI:*
1. Rumah Sdr. ABDULRAHMAN YUSUF di Jl. Lame No. 99, Kalimanggis, RT 003 RW 005, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi;
2. Rumah Sdr. JATI BAYU AJI di Jl. Lombok Blok ED No. 9 RT 008 RW 014, Kel. Jatisari, Kec. Katiasih, Kota Bekasi;
3. Rumah Sdr. EKO DARMANTO di Jl. Masjid Al Wustho No. 39 RT 010 RW 007, Kel. Pondok Bambu, Kec. Duren Sawit.

*DASAR:*
1. Laporan Polisi Nomor: LP/B/0135/III/2021/Bareskrim, tanggal 22 Maret 2021;
2. Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/397/IV/Res.1.11./2021/Dittipideksus tanggal 16 April 2021;
3. Surat Perintah Tugas Nomor: SP.Gas/398/IV/Res.1.11./2021/Dittipideksus tanggal 16 April 2021;
4. Surat Perintah Penyitaan Nomor: SP.Sita/141/IV/Res.1.11./2021/Dittipideksus tanggal 16 April 2021;
5. Surat Perintah Penggeledahan Nomor: SP.Geledah/121/IV/Res.1.11./2021/Dittipideksus tanggal 16 April 2021;

Komentar