Erje Wanita Tangguh Binaan Pertamina RU IV Cilacap Yang Berbisnis Kuliner dan Fesyen

oleh

CILACAP.INFO – Perempuan cantik itu bernama Erna Juliana, biasa dipanggil Erje, pemilik butik busana muslim dengan label Zamira Griya Cantik. Usianya kini 48 tahun dan wajahnya tampak awet muda.

‘Jangan pernah membandingkan proses hidupmu dengan orang lain, karena tak semua bunga bisa tumbuh dan mekar bersamaan’, begitu prinsip hidupnya. Bisa jadi, inilah yang membuat Erna memiliki pancaran aura tersendiri, sesuai dengan tagline Butik Zamira ‘Pancarkan Auramu’.

Tahun 1994, Erje menikah dengan pria asal Makassar. Pada awal pernikahan, dirinya mulai mengikuti aneka kursus memasak, menjahit, merajut, dan keterampilan lain hingga akhirnya ia memutuskan membuka usaha warung makan. Saat itu usianya 38 tahun.

Baca Juga :   Cilacap Regency Government Provides 6 Special Ambulance Health Centers in Covid-19

“Boleh dibilang saya terlambat memulai usaha, tapi saya pikir dari pada tidak sama sekali,” ucap ibu tiga anak tersebut, pada Jumat, 6 November 2020.

Erje lalu memutuskan untuk membuka warung makan kecil- kecilan, menu Sop Konro dan Konro Bakar khas daerah asal suaminya menjadi andalannya saat itu. Ia juga mulai menerima pesanan catering dari sekolah, arisan, dan lain-lain.

“Waktu itu saya tangani semuanya sendiri, mulai dari belanja, meracik, memasak, mengemas, hingga mengantarnya,” katanya.

Tidak sampai di situ, nalurinya mengembangkan potensi terus muncul. Wanita ramah itu mulai tertarik belajar merias, melalui dukungan suami, pada tahun 2009, Erje memutuskan kursus tata rias pengantin di Martha Tilaar. “Saya juga mulai berani terima orderan merias pengantin,” ujarnya.

Baca Juga :   Pukuli Orang dengan Keroyokan 1 Pelaku Ditangkap Polres Cilacap

Perjalanan berikutnya merambah ke dunia fesyen. “Kali ini cita-cita saya berubah lagi, ingin menjadi fashion designer,” katanya tersipu.

Selama setahun dirinya mempelajari desain mode di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) PAPMI, Yogyakarta. Setelah lulus, Erje mulai merasa kerepotan karena terlalu banyak kegiatan sehingga usaha kuliner pun dilepasnya.