Jembatan Tak Kasatmata: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mendefinisikan Ulang Hubungan Indonesia–India

Indonesia Open Network
Indonesia Open Network

Dengan menjadikan sistem logistik semakin interoperabel, menghadirkan layanan pembiayaan yang terintegrasi (embedded finance), menghubungkan berbagai sistem pembayaran, serta mendukung ekosistem perdagangan hingga tingkat desa, ION menargetkan untuk menghubungkan lebih dari 30 juta penjual dengan 150 juta pembeli yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. T. Koshy, mantan Managing Director ONDC yang kini menjadi penasihat berbagai inisiatif perdagangan digital Indonesia, menegaskan bahwa keberhasilan jaringan terbuka lahir karena mampu mendemokratisasi peluang ekonomi, bukan memusatkannya hanya pada segelintir pelaku. Gagasan inilah yang menjadi fondasi utama pembangunan ION sebagai infrastruktur digital yang terbuka dan inklusif.

Inisiatif kedua yang tidak kalah penting adalah integrasi antara sistem pembayaran Unified Payments Interface (UPI) milik India dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu proyek konektivitas keuangan paling strategis di Asia. QRIS sendiri telah membuktikan bagaimana sistem pembayaran yang interoperabel mampu mendorong transformasi ekonomi digital dalam skala nasional. Hingga akhir 2025, QRIS telah digunakan oleh 59 juta pengguna dan 42 juta merchant, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan total 13,66 miliar transaksi sepanjang tahun tersebut. Saat ini layanan QRIS Cross Border telah beroperasi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, sementara Bank Indonesia terus menjajaki integrasi resmi dengan UPI. Jika terealisasi, kerja sama tersebut akan membuka salah satu koridor pembayaran digital paling penting di Asia.

Bagi destinasi wisata seperti Bali, yang jumlah wisatawan asal India terus meningkat setiap tahunnya, sistem pembayaran lintas negara yang berjalan tanpa hambatan akan menghilangkan salah satu kendala utama yang selama ini dihadapi wisatawan. Namun manfaatnya jauh melampaui sektor pariwisata. Integrasi QRIS dan UPI akan menjadi fondasi bagi terbentuknya koridor perdagangan digital yang menghubungkan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Seperti disampaikan pakar transformasi digital Dr. Bayu Prawira Hie, interoperabilitas kini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam menciptakan daya ungkit ekonomi.

Bidang kerja sama ketiga bahkan berpotensi memiliki dampak strategis yang lebih luas. Protean e-Gov Technologies, perusahaan yang berperan penting dalam pembangunan berbagai lapisan utama Digital Public Infrastructure India—mulai dari identitas digital, layanan electronic Know Your Customer (e-KYC), tanda tangan elektronik, modernisasi perpajakan, sistem pensiun, hingga perdagangan digital terbuka—kini tengah menjajaki peluang untuk mendukung agenda pembangunan Public Digital Infrastructure nasional Indonesia. Visi yang sedang dibahas tidak berhenti pada penyediaan teknologi semata. Melalui inisiatif Digital Nusantara, Dewan Ekonomi Nasional menargetkan pembangunan infrastruktur digital nasional yang terpadu, interoperabel, dan mudah dikembangkan (scalable), sehingga mampu mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial, penyelenggaraan layanan pemerintahan, hingga pemberdayaan UMKM.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait