Jembatan Tak Kasatmata: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mendefinisikan Ulang Hubungan Indonesia–India

Indonesia Open Network
Indonesia Open Network

Saat ini Indonesia sedang menjalani apa yang dapat disebut sebagai proses penyesuaian strategi nasional. Dalam upaya memperkuat kedaulatan dan ketahanan ekonominya, Indonesia secara bersamaan memperdalam hubungan dengan berbagai pusat kekuatan dunia.

Eropa menjadi mitra penting dalam bidang teknologi dan mineral kritis. Timur Tengah memainkan peran sebagai sumber investasi strategis dan mitra ketahanan pangan.

Tiongkok tetap menjadi aktor utama dalam investasi manufaktur dan industri. Amerika Serikat beserta negara-negara Barat masih memegang peranan penting dalam akses pasar dan keseimbangan geopolitik.

Sementara itu, India mulai muncul sebagai mitra pilihan Indonesia dalam pengembangan Digital Public Infrastructure serta kolaborasi teknologi yang menjangkau populasi dalam skala besar.

Perkembangan tersebut tentu bukan sebuah kebetulan. Selama satu dekade terakhir, India membangun apa yang kini banyak dianggap sebagai ekosistem Digital Public Infrastructure paling berhasil di dunia.

Alih-alih mengandalkan platform tertutup atau teknologi yang mahal, India memilih membangun digital rails atau jalur infrastruktur digital terbuka yang memungkinkan inovasi berkembang secara luas. Hasilnya sangat mengesankan.

Aadhaar, sistem identitas digital biometrik India, telah mencatat lebih dari 150 miliar transaksi autentikasi, sekaligus memberikan identitas digital kepada hampir seluruh penduduk dewasa India.

Sementara itu, sistem pembayaran real-time Unified Payments Interface (UPI) memproses lebih dari 17.221 crore transaksi sepanjang 2024, setara dengan sekitar 83 persen dari seluruh transaksi pembayaran digital di India, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk mencapai 114 persen selama tujuh tahun terakhir.

Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan mengakui UPI sebagai sistem pembayaran ritel real-time terbesar di dunia berdasarkan volume transaksi, dengan kontribusi sekitar 49 persen dari seluruh transaksi pembayaran real-time global.

Hingga kini India telah menandatangani kerja sama Digital Public Infrastructure dengan 23 negara, dan implementasi UPI telah berjalan di delapan negara, mulai dari Singapura hingga Prancis.

Indonesia pada dasarnya menghadapi berbagai tantangan yang serupa dengan yang pernah dihadapi India satu dekade lalu.

Bagaimana mendigitalisasi masyarakat yang tersebar di ribuan pulau? Bagaimana memastikan pelaku UMKM tetap mampu bersaing di tengah dominasi platform digital berskala besar? Bagaimana mencegah ketergantungan terhadap teknologi asing berubah menjadi bentuk baru ketergantungan ekonomi? Dan bagaimana membangun sistem teknologi yang benar-benar melayani kepentingan nasional tanpa terjebak pada ketergantungan terhadap vendor tertentu (vendor lock-in)? Berbagai pertanyaan tersebut kini menjadi inti dari agenda transformasi digital Indonesia.

Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 200 juta pengguna internet seluler, sementara nilai ekonomi digitalnya diperkirakan mencapai US$194,5 miliar dari sektor e-commerce saja pada 2030.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait