Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)
Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

JAKARTA, CILACAP.INFO – Harga emas (XAU/USD) dunia kembali menjadi sorotan pada perdagangan hari ini seiring penguatan tajam yang membawa logam mulia tersebut menembus level psikologis penting. Pergerakan emas saat ini menunjukkan momentum bullish yang semakin solid, didukung oleh faktor teknikal maupun sentimen fundamental global.

Pada awal pekan, emas (XAU/USD) mencatat lonjakan lebih dari 2% dan berhasil menembus level $5.000 per troy ounce. Penguatan ini berlanjut hingga mendekati area $5.100, dengan harga terakhir tercatat di kisaran $5.095 setelah sempat mencetak rekor tertinggi di $5.111. Kenaikan agresif ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang kembali memanas.

Menurut analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, secara teknikal struktur pergerakan XAU/USD saat ini sangat mendukung kelanjutan tren naik. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average menunjukkan bahwa dominasi buyer masih kuat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, tekanan beli diperkirakan tetap mendominasi pergerakan intraday.

Dari sisi proyeksi Andy, memperkirakan bahwa jika momentum bullish berlanjut, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area $5.150 sebagai target terdekat. Level ini menjadi resistance lanjutan yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Namun demikian, Andy juga mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka. Apabila harga gagal mempertahankan momentum dan mengalami tekanan jual, area $4.990 diproyeksikan menjadi zona penurunan terdekat yang berpotensi menahan pelemahan.

Sentimen fundamental turut memberikan dorongan signifikan bagi emas. Pada sesi Asia hari ini, harga emas masih bertahan di sekitar $5.050 seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik dan stabilitas keuangan global.

Ketegangan kembali mencuat setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap Kanada jika negara tersebut menjalin kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang baru dan mendorong investor kembali memburu aset safe-haven.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait