Saat ini layanan QRIS Cross Border telah beroperasi di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang, sementara Bank Indonesia terus menjajaki integrasi resmi dengan UPI. Jika terealisasi, kerja sama tersebut akan membuka salah satu koridor pembayaran digital paling penting di Asia.
Bagi destinasi wisata seperti Bali, yang jumlah wisatawan asal India terus meningkat setiap tahunnya, sistem pembayaran lintas negara yang berjalan tanpa hambatan akan menghilangkan salah satu kendala utama yang selama ini dihadapi wisatawan.
Namun manfaatnya jauh melampaui sektor pariwisata. Integrasi QRIS dan UPI akan menjadi fondasi bagi terbentuknya koridor perdagangan digital yang menghubungkan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Seperti disampaikan pakar transformasi digital Dr. Bayu Prawira Hie, interoperabilitas kini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam menciptakan daya ungkit ekonomi.
Bidang kerja sama ketiga bahkan berpotensi memiliki dampak strategis yang lebih luas. Protean e-Gov Technologies, perusahaan yang berperan penting dalam pembangunan berbagai lapisan utama Digital Public Infrastructure India—mulai dari identitas digital, layanan electronic Know Your Customer (e-KYC), tanda tangan elektronik, modernisasi perpajakan, sistem pensiun, hingga perdagangan digital terbuka—kini tengah menjajaki peluang untuk mendukung agenda pembangunan Public Digital Infrastructure nasional Indonesia. Visi yang sedang dibahas tidak berhenti pada penyediaan teknologi semata.
Melalui inisiatif Digital Nusantara, Dewan Ekonomi Nasional menargetkan pembangunan infrastruktur digital nasional yang terpadu, interoperabel, dan mudah dikembangkan (scalable), sehingga mampu mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial, penyelenggaraan layanan pemerintahan, hingga pemberdayaan UMKM.
Pada saat yang sama, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menyampaikan ambisi untuk menjadikan Indonesia bukan sekadar pengguna teknologi digital, melainkan produsen dan pengekspor solusi digital bagi kawasan ASEAN.
Ketua Dewan TIK Nasional, Dr. Ilham Habibie, menegaskan bahwa daya saing Indonesia dalam jangka panjang akan sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun kapabilitas digital yang berdaulat, alih-alih terus bergantung pada platform-platform yang dikembangkan di luar negeri.
Inisiatif keempat menyasar bidang yang semakin penting bagi masa depan perekonomian Indonesia, yaitu modernisasi pasar modal. Dalam beberapa waktu terakhir, pasar modal Indonesia menghadapi berbagai tantangan terkait tata kelola, transparansi, serta kepercayaan investor.
Karena itu, mulai muncul berbagai pembahasan dengan perusahaan teknologi India seperti Remiges Technologies dan institusi yang terkait dengan ekosistem Bombay Stock Exchange (BSE) untuk menjajaki pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sistem pengawasan pasar, penguatan integritas transaksi, serta pembangunan platform investasi digital.
Tampilkan Semua
