Yang sama pentingnya adalah dialog berkelanjutan mengenai tata kelola, desain kelembagaan, perkembangan regulasi, pengelolaan ekosistem, hingga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Di sinilah pengalaman implementasi menjadi aset yang sangat berharga.
Dari Belajar Menuju Kepemimpinan
Sebagian orang mungkin melihat Indonesia hanya sebagai negara yang mengikuti jejak India.
Pandangan tersebut terlalu meremehkan potensi Indonesia.
Belajar dari pengalaman negara lain bukanlah bentuk ketergantungan.
Justru itulah strategi untuk mempercepat inovasi.
Sejarah menunjukkan banyak negara maju berkembang bukan karena menciptakan seluruh teknologinya sendiri, melainkan karena mampu mengadaptasi gagasan yang telah terbukti berhasil, kemudian menyempurnakannya sesuai kebutuhan nasional.
Jepang melakukannya pada masa industrialisasi.
Korea Selatan melakukan hal yang sama dalam industri elektronik dan manufaktur.
Singapura mengadaptasi praktik terbaik dunia dalam tata kelola dan logistik.
Tiongkok mengembangkan berbagai teknologi global menjadi inovasi yang sesuai dengan karakter pasar domestiknya.
Inovasi tidak selalu berarti menemukan sesuatu yang benar-benar baru.
Sering kali inovasi berarti mengadaptasi dengan lebih baik.
Indonesia kini memiliki kesempatan yang sama.
Dengan menggabungkan pengalaman implementasi India dan berbagai keunggulan yang telah dimiliki—seperti sektor perbankan yang matang, sistem pembayaran digital yang maju, ekonomi digital yang berkembang pesat, serta komitmen pemerintah terhadap transformasi digital—Indonesia dapat membangun Public Digital Infrastructure yang bukan sekadar meniru ONDC, tetapi mengembangkannya ke tahap berikutnya.
Seharusnya inilah ambisi Indonesia.
Bukan menjadi negara kedua yang mengimplementasikan ONDC.
Melainkan menjadi negara pertama yang membangun generasi baru Public Digital Infrastructure berdasarkan seluruh pembelajaran yang telah diperoleh.
Apabila India berhasil membuktikan bahwa perdagangan digital terbuka dapat diwujudkan, maka Indonesia memiliki peluang untuk menunjukkan bagaimana infrastruktur tersebut mampu melahirkan model bisnis baru di berbagai sektor, mulai dari perbankan, telekomunikasi, kesehatan, pertanian, pendidikan, logistik, manufaktur, pariwisata, hingga berbagai industri lainnya.
Peluang tersebut tidak dimulai dengan meniru arsitektur negara lain.
Peluang itu dimulai dengan memahami prinsip-prinsipnya, kemudian membangun sesuatu yang lebih sesuai dan lebih baik bagi Indonesia.
Public Digital Infrastructure: Membuka Pilar Ketiga Transformasi Digital
Selama lebih dari dua dekade, berbagai organisasi telah menginvestasikan miliaran dolar untuk menjalankan transformasi digital.
Perbankan memodernisasi sistem inti mereka.
Perusahaan telekomunikasi mendigitalisasi interaksi dengan pelanggan.
Perusahaan ritel mengembangkan pengalaman omnichannel.
Industri manufaktur mengotomatisasi proses produksi.
Pemerintah mendigitalisasi layanan publik.
Hasilnya memang sangat mengesankan.
Layanan menjadi lebih cepat.
Tampilkan Semua
