Rekor All Time High di Berbagai Kelas Aset Sepanjang 2025, Nilai Transaksi Pengguna Nanovest Meningkat 95%

NANOVEST
NANOVEST
2025 bukan sekadar tahun rekor harga, melainkan tahun ketika aset tradisional (emas, saham) dan aset digital (Bitcoin, AI-related equities) berlari beriringan menuju puncak baru. Hal ini membuktikan bahwa diversifikasi modern tak lagi harus memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya untuk hasil yang lebih optimal.” ungkap Bryan Oskar, Senior Market Analyst Nanovest.Memasuki tahun 2026, pasar global masih berpeluang melanjutkan tren bullish jika bank sentral dunia terus melonggarkan moneter dan sektor teknologi-AI mempertahankan momentum inovasinya. Namun, valuasi saham AS khususnya saham AI dengan P/E (Price-to-Earnings ratio) jauh melampaui puncak dot-com 2000, memicu kekhawatiran “AI Bubble” ditambah dengan bayang-bayang utang nasional Amerika >US$38 triliun yang menjadikan emas tetap sebagai safe-haven favorit dengan potensi rekor baru.Sementara pada akhir tahun 2025 aset kripto Bitcoin yang kini diperdagangkan di harga sekitar <US$100.000 setelah terkoreksi dari nilai ATH di angka US$126.000, diprediksi kondisi ini akan masuk dalam fase bear jangka pendek. Minat institusional terus meningkat melalui strategi Digital Asset Treasury (DAT) seiring regulasi aset kripto yang semakin matang di AS dan Eropa serta berpotensi diadopsi negara lain.Dengan lanskap penuh peluang sekaligus risiko tinggi ini, tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat dinamis. Kunci sukses investor terletak hanya pada disiplin money & risk management, tetapi juga diversifikasi portofolio yang cermat antara aset tradisional, teknologi terpilih, dan aset digital yang kini semakin terlegitimasi. Nanovest juga terus memperkuat komitmennya dengan menawarkan pilihan aset digital yang beragam serta akses investasi fleksibel mulai dari Rp5.000, antarmuka aplikasi yang mudah digunakan diharapkan dapat membantu lebih banyak pengguna mengambil langkah awal ke dunia investasi global.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait