JAKARTA, CILACAP.INFO – Membeli rumah adalah salah satu keputusan finansial terbesar yang akan kamu ambil dalam hidup. Banyak orang mempersiapkannya bertahun tahun karena sifatnya jangka panjang dan menyangkut kenyamanan hidup.
Di tengah kondisi ekonomi global yang bergerak cukup cepat, persiapan uang muka atau DP rumah menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas finansial kamu.
Saat inflasi meningkat, harga barang dan jasa ikut naik. Termasuk harga properti dan bunga kredit pemilikan rumah. Kondisi ini membuat proses membeli rumah membutuhkan strategi yang lebih matang. Kamu tidak hanya menyiapkan dana tetapi juga memahami dinamika ekonomi yang mempengaruhi nilai cicilan.
Memahami Dampak Inflasi Terhadap Pembelian Rumah
Inflasi memberi efek berantai ke banyak sektor. Ketika inflasi naik, biaya material bangunan meningkat dan harga rumah pun ikut terkerek. Bank biasanya menyesuaikan bunga kredit untuk menjaga keseimbangan risiko. Akibatnya cicilan per bulan bisa menjadi lebih mahal.
Pada tahun tahun awal cicilan biasanya lebih berat karena porsi bunga lebih dominan. Pokok pinjaman akan lebih terasa berkurang pada tahap akhir. Skema tersebut dibuat untuk mengantisipasi risiko kenaikan harga rumah dan bunga di masa depan.
Untuk kamu yang sedang merencanakan membeli rumah, perubahan seperti ini perlu diperhatikan. Bukan untuk membuatmu takut, tetapi untuk membantu kamu mengambil keputusan yang lebih cerdas.
Banyak orang fokus pada cicilan bulanan saat berencana membeli rumah. Padahal langkah yang paling berpengaruh di awal adalah menentukan DP yang tepat. DP alias uang muka menjadi penentu besar kecilnya pinjaman kamu. Semakin besar DP yang kamu siapkan, semakin kecil beban cicilan bulanan.
Umumnya DP berada di kisaran 10 sampai 20% dari harga rumah. Jika rumah yang kamu incar senilai Rp500 juta, maka DP standar berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp100 juta. Banyak pengembang kini juga menawarkan DP rendah yang terlihat menarik karena terasa lebih ringan di awal.
Tampilkan Semua

