Namun, DP kecil biasanya disertai risiko cicilan yang lebih besar atau tenor yang lebih panjang. Arus kas kamu bisa jadi lebih berat sehingga mengurangi ruang finansial untuk kebutuhan mendadak. Oleh sebab itu perlunya perhitungan sejak awal.
Berapa Besaran DP yang Ideal untuk Kondisi Ekonomi Sekarang
Melihat pergerakan inflasi yang fluktuatif, banyak perencana keuangan menyarankan menyiapkan DP yang lebih besar dari standar minimal. Angka aman berada di kisaran tiga puluh sampai empat puluh persen dari harga rumah. Bahkan lebih dari itu jika kondisi finansial kamu memungkinkan.
Tujuannya sederhana. Kamu ingin mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman jangka panjang. DP besar memberi kelegaan karena cicilan bulanan lebih ringan. Selain itu kamu bisa menyelesaikan pinjaman dalam waktu yang lebih singkat. Walaupun terasa berat di awal, jangka panjangnya terasa jauh lebih menguntungkan.
Besaran DP juga menunjukkan komitmen kamu dalam membeli rumah. Pengembang dan bank biasanya memandang pembeli yang menyiapkan DP besar sebagai profil yang lebih stabil.
Menentukan Timeline Menabung DP Rumah
Menabung DP rumah bukan perkara satu dua bulan. Kamu perlu membuat timeline yang realistis agar prosesnya tidak membebani. Misalnya kamu menargetkan membeli rumah tiga tahun lagi. Tentukan angka DP yang ingin dicapai lalu pecah ke jumlah tabungan bulanan.
Banyak orang memakai metode fixed saving. Mereka menentukan nominal tabungan tetap setiap bulan khusus untuk DP. Cara lain adalah metode sinkronisasi dengan penghasilan tambahan. Setiap ada bonus, kamu bisa memasukkannya ke pos DP agar target tercapai lebih cepat.
Menabung DP terasa lebih ringan kalau kamu memakai rekening terpisah sehingga tidak bercampur dengan kebutuhan sehari hari.
Bangun Kesiapan Finansial Dengan Akun Simpanan Khusus
Agar proses menyiapkan DP berjalan rapi, kamu bisa menyediakan tabungan khusus yang tidak bercampur dengan pengeluaran lain. Mengatur dana terpisah akan membuat target terasa lebih terukur.


