FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau

JAKARTA, CILACAP.INFO – Platform perdagangan aset keuangan digital FLOQ meluncurkan fitur KOL Watchlist yang memungkinkan pengguna melihat aset kripto yang sedang dipantau sejumlah key opinion leader (KOL) di industri kripto.

Fitur tersebut ditujukan sebagai sarana informasi dan edukasi bagi pengguna, khususnya investor pemula. FLOQ menegaskan bahwa daftar aset dalam watchlist bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, fitur tersebut dikembangkan untuk memberikan akses informasi yang lebih transparan kepada pengguna yang selama ini banyak mencari referensi investasi melalui media sosial.

“Selama ini banyak pemula mengambil keputusan dari potongan video atau unggahan yang tidak jelas kapan dibuat dan oleh siapa. Kami ingin memindahkan percakapan itu ke tempat yang lebih terang. Siapa KOL-nya jelas, akunnya terverifikasi, dan kapan daftarnya terakhir diperbarui juga terlihat,” kata Yudho dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Dalam fitur KOL Watchlist, setiap KOL yang ditampilkan harus memiliki akun FLOQ yang telah melalui proses verifikasi identitas atau know your customer (KYC). Daftar aset yang dipantau terhubung dengan aset favorit, seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya pada akun masing-masing KOL.

Setiap daftar berisi sekitar lima hingga 10 aset kripto dan dilengkapi informasi mengenai waktu pembaruan terakhir. Informasi tersebut dimaksudkan untuk membantu pengguna mempertimbangkan relevansi daftar dengan kondisi pasar saat mengaksesnya.

Yudho mengatakan, watchlist tidak dapat disamakan dengan rekomendasi investasi.

“Watchlist itu daftar pantauan, bukan sinyal beli. KOL juga bisa keliru, dan pasar kripto bergerak sangat cepat. Kami ingin pengguna belajar melihat cara orang berpengalaman menyusun perhatiannya, lalu memutuskan sendiri berdasarkan riset dan profil risikonya,” ujarnya.

Tiga KOL di daftar awal

Pada tahap awal, KOL Watchlist menampilkan tiga tokoh. Ketiganya diurutkan berdasarkan jumlah kunjungan ke halaman masing-masing di aplikasi FLOQ. Urutan tersebut mencerminkan tingkat kunjungan pengguna dan bukan menunjukkan kinerja aset yang dipantau.

Ketiga KOL tersebut adalah Kalimasada, Andreas Tobing, dan Andy.

Kalimasada tercatat memperoleh 126.400 kunjungan. Ia dikenal sebagai edukator dan trader kripto serta salah satu pendiri komunitas belajar kripto Akademi Crypto.

Andreas Tobing memperoleh 109.000 kunjungan. Ia merupakan kreator konten yang membahas blockchain dan Web3 melalui sejumlah platform media sosial, termasuk TikTok, YouTube, dan Instagram.

Sementara itu, Andy tercatat memperoleh 97.600 kunjungan. Ia telah berinvestasi di aset kripto sejak 2017 dan merupakan penggagas komunitas edukasi Crypstocks.

Pertumbuhan pengguna

Peluncuran KOL Watchlist dilakukan bertepatan dengan satu tahun operasional FLOQ. Dalam periode tersebut, FLOQ menyebut jumlah pengguna telah mencapai 1,8 juta.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait