Total dana dalam bentuk rupiah dan aset kripto yang disetorkan pengguna juga disebut telah melampaui Rp1 triliun.
FLOQ juga menyebut perusahaan memperoleh penghargaan sebagai exchange kripto dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia pada 2025 melalui Sadewa Award. Pada 2026, perusahaan memperoleh predikat Top Compliance dari Yudhistira Award serta menghimpun pendanaan sebesar 11 juta dollar AS.
“Tumbuh cepat itu bagian yang mudah. Menjaga kepercayaan ketika penggunanya sudah jutaan, itulah produk kami yang sebenarnya. Dana lebih dari Rp1 triliun itu amanah, dan keterbukaan seperti KOL Watchlist adalah salah satu cara kami merawatnya,” kata Yudho.
Peluncuran fitur tersebut berlangsung ketika aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali meningkat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada Agustus 2026 mencapai Rp23,16 triliun. Angka tersebut meningkat 12,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia juga mencapai 23,21 juta akun.
Menurut Yudho, pertumbuhan jumlah pengguna perlu diikuti dengan peningkatan literasi agar masyarakat tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan tren atau popularitas suatu aset.
“Semakin banyak orang baru masuk, semakin besar risiko mereka ikut-ikutan. Kami memilih membuka informasinya, sekaligus mengajari cara membacanya,” ujarnya.
Perhatikan risiko
FLOQ mengingatkan pengguna pemula agar tidak menjadikan daftar KOL Watchlist sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan transaksi.
Pengguna disarankan terlebih dahulu melihat waktu pembaruan daftar karena kondisi pasar aset kripto dapat berubah dalam waktu singkat. Selain itu, pengguna perlu melakukan riset terhadap proyek, kegunaan aset, tim pengembang, serta likuiditas sebelum melakukan transaksi.
FLOQ juga mengingatkan pengguna untuk menggunakan dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari dan menyesuaikan transaksi dengan profil risiko masing-masing.
Pengguna juga diminta menghindari keputusan yang didorong oleh fear of missing out (FOMO) dan tidak menempatkan seluruh dana pada satu aset.
“Kami tidak ingin pengguna menyalin daftar orang lain mentah-mentah. Gunakan daftar itu sebagai bahan bertanya: mengapa aset ini dipantau, apa risikonya, dan apakah cocok untuk saya. Kalau pertanyaan itu muncul, fiturnya sudah bekerja,” pungkas Yudho.
Tentang FLOQ
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
