Membangun Bersama Indonesia: Apa yang Diungkap Komitmen Jangka Panjang Google tentang Kemitraan Teknologi yang Dibutuhkan Negara

Embassy of India Jakarta
Embassy of India Jakarta

Hal-hal tersebut kini bukan lagi sekadar inisiatif teknologi. Semuanya telah menjadi prioritas pembangunan nasional.

Negara-negara yang menguasai kemampuan tersebut akan semakin mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri. Sebaliknya, negara yang hanya menjadi konsumen teknologi yang dikembangkan di tempat lain berisiko menjadi bergantung pada ekosistem digital yang tidak mereka kendalikan.

Karena itu, visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi. Visi tersebut juga berbicara tentang membangun bangsa yang tangguh, inovatif, dan memiliki kemampuan teknologi untuk bersaing secara global, sekaligus memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Di sinilah peran mitra teknologi menjadi sangat penting. Pertanyaannya tidak lagi sekadar perusahaan mana yang menawarkan produk paling menarik. Pertanyaannya adalah perusahaan mana yang bersedia membantu Indonesia memperkuat kapasitasnya sendiri untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan menciptakan peluang bagi generasi mendatang.

Dari Platform Terbuka Menuju Jaringan Terbuka

Dalam konteks tersebut, dukungan Google terhadap ekosistem digital terbuka bukanlah perubahan strategi yang baru terjadi. Hal tersebut merupakan kelanjutan alami dari filosofi yang telah membentuk perusahaan sejak awal: teknologi menciptakan nilai terbesar ketika mampu menurunkan hambatan, memperluas partisipasi, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.

Filosofi yang sama kini menjadi dasar bagi generasi baru Digital Public Infrastructure (DPI). Di berbagai belahan dunia, pemerintah semakin menyadari bahwa tahap berikutnya dari transformasi digital tidak dapat sepenuhnya bergantung pada platform proprietary yang beroperasi secara terpisah. Sebaliknya, negara-negara mulai berinvestasi dalam infrastruktur digital bersama yang memungkinkan bisnis, pemerintah, dan masyarakat berinteraksi melalui standar yang sama, sebagaimana jalan, pelabuhan, dan jaringan telekomunikasi mendorong pertumbuhan ekonomi pada generasi sebelumnya.

Open Network for Digital Commerce (ONDC) India merupakan salah satu contoh paling ambisius dari pendekatan ini. Alih-alih menciptakan marketplace e-commerce lainnya, ONDC membangun jaringan terbuka tempat pembeli, penjual, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, dan platform teknologi dapat saling terhubung dan berinteroperabilitas, terlepas dari aplikasi yang mereka gunakan. Persaingan pun bergeser, dari sekadar menguasai pelanggan menjadi menghadirkan produk, layanan, dan inovasi yang lebih baik.

Indonesia kini mengambil jalur serupa melalui Indonesia Open Network (ION). Terinspirasi oleh ONDC dan dibangun di atas arsitektur Beckn 2.0, ION berupaya membangun jaringan perdagangan yang terbuka dan interoperabel, tempat UMKM, koperasi, penyedia logistik, lembaga keuangan, dan aplikasi digital dapat berpartisipasi melalui standar bersama, bukan melalui silo digital yang terpisah. Tujuannya bukan menggantikan marketplace atau aplikasi yang sudah ada, melainkan menciptakan infrastruktur digital yang memungkinkan seluruh pihak tersebut terhubung secara lebih efisien sekaligus memberikan kebebasan lebih besar kepada pelaku usaha dalam menentukan cara mereka menjangkau pelanggan.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait