JAKARTA, CILACAP.INFO – Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 resmi digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), menandai edisi ke-6 sejak pertama kali diluncurkan pada 2019. Mengusung tema “Turning Infrastructure into Impact”, IDBW 2026 mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan blockchain dan Web3 paling aktif di Asia Tenggara, sekaligus menjadi momentum ketika teknologi, regulasi, dan adopsi institusional bertemu dalam satu forum.
IDBW 2026 berhasil menarik lebih dari 12.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan, semakin mengukuhkan posisinya sebagai konferensi Web3 institusional terbesar di Asia Tenggara. Tahun ini, IDBW menghadirkan lebih dari 75 pembicara global dan regional yang berasal dari lebih dari 30 negara, mencakup para pemimpin bursa aset digital, perwakilan regulator dan kementerian, hingga pelaku industri keuangan digital dari dalam maupun luar negeri. Penyelenggaraan IDBW 2026 juga mendapat dukungan dari lebih dari 300 ecosytem partner, melingkupi komunitas, media, event partner, maupun sponsor, mencerminkan kuatnya kepercayaan dan antusiasme industri terhadap perkembangan ekosistem Web3 di kawasan.
IDBW 2026 berbeda dari edisi-edisi sebelumnya dalam adalah keterlibatan pemerintah yang lebih terstruktur. Untuk pertama kalinya, blockchain dan teknologi baru lainnya resmi masuk sebagai subsektor ekonomi kreatif nasional, sejalan dengan penandatanganan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif oleh Presiden pada awal Juli 2026.
Chairman & Founder IDBW 2026, Aditya Raflein, memandang pencapaian tahun ini sebagai penegasan arah jangka panjang yang sejak awal ingin dibangun IDBW. “Sejak hari pertama, kami percaya bahwa blockchain bukan sekadar tren teknologi, melainkan infrastruktur peradaban baru. Saat ini kita melihat ketika lebih dari 12.000 orang, pemerintah, dan pemain global duduk dalam satu forum di Jakarta, itu bukan sekadar pencapaian angka. Itu adalah bukti bahwa Indonesia sedang menulis babak barunya sendiri dalam sejarah teknologi dunia, dan IDBW ingin menjadi rumah bagi babak itu ditulis,” ujar Raflein.
Blockchain Jadi Bagian dari Arah Pembangunan Ekonomi Kreatif Nasional
Kehadiran pemerintah dalam IDBW 2026 tidak sekadar simbolis. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memaparkan bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional saat ini telah mencapai 7,38%, dengan target melampaui 8% pada akhir tahun mendatang. Sektor ini juga tercatat inklusif, sekitar 58% pelakunya adalah perempuan, dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja muda terbesar, mengingat lebih dari 60% pekerja di sektor ini berasal dari generasi Z dan milenial.
Tampilkan Semua
