Agentic automation menjawab kebutuhan tersebut dengan menggabungkan AI, automation, dan orchestration, sehingga agents dapat membantu merencanakan, menjalankan, dan mengambil keputusan dalam workflow dengan tetap mempertahankan pengawasan manusia yang terkontrol.
Agentic automation memperluas potensi automation dengan mengalihkan fokus dari tugas individual ke proses bisnis end-to-end.
UiPath Platform mempercepat transisi menuju era agentic automation, di mana agents, robot, manusia, dan models dapat terintegrasi untuk mendukung proses yang lebih autonomous dan pengambilan keputusan yang lebih cerdas.
Melalui pencapaian ini, Drife dan IDstar akan terus membantu perusahaan mengidentifikasi proses bisnis yang relevan untuk diotomatisasi, mempercepat pengembangan proof-of-concepts, serta meningkatkan skala automation di berbagai area seperti finance and accounting, document processing, customer operations, HR operations, compliance, reporting, dan workflows lintas sistem yang membutuhkan orchestration yang lebih cerdas.
“Agentic automation merupakan peluang signifikan bagi organisasi yang ingin mentransformasi cara kerja mereka. Terlebih, AI agents diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga USD450 miliar pada 2028. Seiring langkah enterprise mengintegrasikan agents, robot, dan manusia ke dalam proses bisnis end-to-end, para mitra akan memainkan peran penting untuk menerjemahkan teknologi ini menjadi hasil bisnis yang nyata,” ujar Amit Khandelwal, Regional Vice President and Managing Director, Southeast Asia di UiPath.
“Melalui kemitraan strategis dengan Drife, kami berada di posisi yang lebih kuat untuk membantu perusahaan di Indonesia mempercepat adopsi orkestrasi bisnis dan otomatisasi, sekaligus membuka potensi efisiensi, agility, serta nilai bisnis yang baru,” pungkas Amit.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

