Ia menambahkan, pasar kripto saat ini membutuhkan pemulihan kepercayaan dan arus dana baru untuk kembali mendorong momentum.
Jika outflow ETF terus berlanjut dan Bitcoin gagal mempertahankan area support penting, tekanan harga dapat berlangsung lebih lama. Namun, jika ETF kembali mencatat inflow dan harga Bitcoin mulai stabil, sentimen investor domestik berpotensi pulih dengan cepat.
Calvin juga menilai peluang Bitcoin turun ke level US$50.000 tahun ini masih terbuka, tetapi belum menjadi skenario utama. Dengan posisi Bitcoin saat ini di sekitar US$62.000, penurunan ke US$50.000 berarti masih membutuhkan koreksi sekitar 20% lagi dari level sekarang. Skenario tersebut dapat terjadi jika tekanan ETF outflow berlanjut, support psikologis US$60.000 ditembus, dan sentimen makro semakin risk-off.
“Peluang BTC turun ke US$50.000 tetap ada, tetapi menurut saya belum menjadi skenario utama. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area US$60.000, peluang rebound masih lebih besar. Level ini menjadi batas psikologis sekaligus area yang sangat dipantau market,” jelas Calvin.
Menurutnya, peluang Bitcoin turun ke US$50.000 dapat ditempatkan di kisaran 30–40%, sementara peluang rebound atau stabil kembali di atas US$65.000–70.000 berada di kisaran 60–70%.
Jika tekanan jual mulai mereda, ETF outflow berkurang, atau terdapat katalis positif dari suku bunga dan minat institusional, Bitcoin masih memiliki ruang untuk pulih menuju area US$70.000–75.000.
Investor Tetap Displin
Untuk investor ritel yang masih menabung Bitcoin, Calvin menyarankan agar tetap disiplin, tetapi tidak agresif. Investor disarankan menggunakan dana yang memang siap ditahan untuk jangka panjang, bukan dana kebutuhan harian, dana darurat, atau dana pinjaman.
“Strategi yang lebih sehat adalah menabung secara bertahap dengan nominal yang siap ditahan untuk jangka panjang. Jangan melihat penurunan harga sebagai alasan untuk langsung all-in. Lebih baik membagi pembelian dalam beberapa tahap, tetap memiliki kas cadangan, dan memastikan porsi Bitcoin dalam portofolio tidak terlalu dominan,” kata Calvin.
Ia juga mengingatkan investor ritel untuk menghindari penggunaan leverage dalam kondisi pasar yang belum stabil. Menurutnya, investor yang tujuannya menabung Bitcoin sebaiknya fokus pada akumulasi spot, bukan trading jangka pendek dengan pinjaman atau margin.
“Strateginya bukan mengejar harga terendah, tetapi membangun posisi secara bertahap sambil menjaga risiko. Dengan begitu, investor tidak mudah panik ketika harga turun dan tetap punya ruang untuk mengambil peluang jika harga bergerak lebih rendah,” tutup Calvin.
Tampilkan Semua

