2 Saham AS yang Dinilai Punya Potensi Monster di Era AI dan Krisis Energi

NANOVEST
NANOVEST

JAKARTA, CILACAP.INFO – Ketidakpastian global masih menjadi tantangan utama bagi pasar keuangan sepanjang 2026.

Mulai dari konflik geopolitik, tingginya suku bunga, hingga ketegangan energi dunia membuat banyak investor semakin berhati-hati dalam menentukan strategi investasi jangka panjang.

Namun di tengah situasi tersebut, sejumlah analis menilai masih ada saham-saham Amerika Serikat yang memiliki potensi besar untuk bertahan bahkan tumbuh dalam dekade mendatang.

Dua saham yang kini banyak menjadi perhatian investor global adalah Cameco dan Alphabet. Keduanya dianggap berada di sektor strategis yang diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Cameco menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari meningkatnya kebutuhan energi nuklir global.

Perusahaan asal Kanada ini merupakan produsen uranium terbesar kedua di dunia dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi nuklir internasional.

Meningkatnya tensi geopolitik serta kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global membuat banyak negara mulai kembali melirik energi nuklir sebagai alternatif jangka panjang.

Saat ini terdapat puluhan reaktor nuklir baru yang sedang dibangun di berbagai negara, dan semuanya membutuhkan uranium sebagai bahan bakar utama.

Cameco dinilai berada di posisi yang sangat strategis karena memiliki sejumlah tambang uranium kelas dunia, termasuk Cigar Lake dan McArthur River/Key Lake yang dikenal sebagai salah satu tambang uranium berkualitas tertinggi di dunia.

Tidak hanya fokus pada penambangan, Cameco juga memiliki eksposur di hampir seluruh rantai industri nuklir, mulai dari pemurnian uranium hingga produksi bahan bakar reaktor.

Bahkan perusahaan ini juga memiliki kepemilikan di Westinghouse, salah satu pengembang teknologi reaktor nuklir modern.

Kinerja keuangan Cameco pun menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan perusahaan naik sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$845 juta.

Sementara laba per saham melonjak hingga 88%. Margin keuntungan perusahaan juga terus meningkat di tengah permintaan uranium yang semakin kuat.

Selain sektor energi, perhatian investor global saat ini juga tertuju pada sektor artificial intelligence (AI).

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version