Nilai Transaksi SPPA Melonjak 461,6%, BRI Danareksa Sekuritas Jadi Sekuritas Teraktif di 2025

BRI Danareksa Sekuritas
BRI Danareksa Sekuritas

JAKARTA, CILACAP.INFO – Perdagangan obligasi di pasar sekunder sepanjang 2025 mencatat lonjakan signifikan, dengan nilai transaksi melalui SPPA mencapai Rp1.382 triliun atau tumbuh 461,6% yoy.

Peningkatan ini turut didorong oleh kenaikan RNTH obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing sebesar 12% dan 74%, mencerminkan semakin aktifnya partisipasi pelaku pasar serta pergeseran menuju mekanisme transaksi yang lebih transparan dan efisien.

Secara fundamental, pasar obligasi Indonesia tetap solid, didukung outstanding SBN yang melampaui Rp6.400 triliun dan total emisi obligasi serta sukuk lebih dari Rp160 triliun sepanjang tahun.

Sejalan dengan dinamika tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatatkan kinerja unggul di bisnis fixed income dan meraih penghargaan Most Active Securities Firm pada SPPA Awards 2025.

Sepanjang tahun, BRIDS membukukan transaksi obligasi pemerintah sebesar Rp275 triliun dan obligasi korporasi Rp49 triliun, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar obligasi domestik serta komitmennya dalam mendukung likuiditas dan pendalaman pasar.

Perdagangan obligasi di pasar sekunder mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025, seiring meningkatnya pemanfaatan infrastruktur pasar yang disediakan regulator.

Nilai transaksi melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) tercatat mencapai Rp1.382 triliun, atau tumbuh 461,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini turut diikuti oleh pertumbuhan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH), di mana obligasi pemerintah dan korporasi masing-masing meningkat sebesar 12% dan 74% dibandingkan 2024.

Lonjakan tersebut mencerminkan semakin aktifnya partisipasi pelaku pasar, khususnya institusi, serta pergeseran menuju mekanisme transaksi yang lebih transparan dan efisien.

Kondisi ini didukung oleh meningkatnya kebutuhan pengelolaan likuiditas, strategi diversifikasi portofolio, serta semakin beragamnya instrumen obligasi dengan profil risiko dan imbal hasil yang kompetitif. Hal ini mendorong frekuensi dan volume transaksi di pasar sekunder terus bertumbuh.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version