Aulia Rahman menambahkan bahwa Pelindo terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan untuk mendukung penguatan sektor maritim Aceh.
“Untuk pengapalan CPO, kami menggunakan metode pipe to pipe, yakni pemuatan langsung dari pipa ke kapal tanker, sehingga proses lebih efisien dan aman. Ke depan, Aceh perlu terus membuka peluang ekspor komoditas unggulan lainnya. Sebagai pintu gerbang maritim, Pelabuhan Krueng Geukueh siap mendukung pengembangan jalur perdagangan Aceh agar semakin dikenal di pasar global,” ujarnya.
Ekspor CPO ini menjadi gambaran bahwa Aceh tidak hanya berperan sebagai wilayah produksi, tetapi juga sebagai simpul strategis perdagangan internasional. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan dan kolaborasi pelaku usaha, Aceh terus memperkuat posisinya dalam rantai perdagangan global berbasis sumber daya lokal.


