Kupe dan Aotearoa: Perayaan Waitangi Day yang Penuh Makna di New Zealand School Jakarta

Perayaan Waitangi Day di New Zealand School Jakarta (2)
Perayaan Waitangi Day di New Zealand School Jakarta (2)
JAKARTA, CILACAP.INFO – New Zealand School Jakarta dengan bangga menyelenggarakan Perayaan Waitangi Day yang meriah dan bermakna, mempertemukan seluruh komunitas sekolah dalam sebuah perayaan budaya yang penuh makna. Bertempat di Auditorium Rachmat Saleh LPPI, acara ini menampilkan pertunjukan kolaboratif bertajuk Kupe and the Adventure of Finding Aotearoa, yang dibawakan oleh para siswa dari jenjang Early Years , Primary, Secondary dan Pre-University.

Pertunjukan ini secara kreatif mengisahkan kembali pelayaran legendaris Kupe, sang navigator besar Polinesia yang menemukan Aotearoa. Melalui narasi, gerak, musik, dan drama, kisah ini mengikuti perjalanan Kupe yang penuh keberanian melintasi samudra luas-dipandu oleh bintang, alam, dan tekad – hingga tiba di negeri Aotearoa. Penampilan ini menonjolkan tema eksplorasi, kepemimpinan, penghormatan terhadap alam, serta keterhubungan mendalam antara manusia dan tanah, yang mencerminkan semangat sejati Waitangi Day.

Lebih dari sekadar pertunjukan teater, pementasan ini menghidupkan empat nilai utama yang tertanam kuat dalam budaya New Zealand School Jakarta:

Growth / Whakatipu tercermin dari kepercayaan diri dan perkembangan siswa, ketika peserta didik dari berbagai usia tampil di atas panggung, menantang diri, serta bertumbuh melalui kolaborasi dan proses berkarya.

Wisdom / Mātauranga tampak dari pemahaman siswa terhadap sejarah dan kisah Māori, yang disampaikan dengan penuh hormat dan tujuan yang bermakna.

Resilience / Manarowa bersinar melalui ketekunan selama latihan dan keberanian siswa saat tampil di hadapan audiens yang besar.

Unity / Kotahitanga menjadi inti dari produksi ini, ketika seluruh sekolah bekerja bersama sebagai satu kesatuan – siswa, guru, dan staf – mewujudkan pertunjukan yang padu dan inklusif.

Yang membuat perayaan ini semakin istimewa adalah keterlibatan setiap siswa. Peserta didik usia dini menghadirkan keceriaan dan antusiasme melalui gerak ekspresif, sementara siswa Primary dan Secondary menambah kesan mendalam lewat narasi yang percaya diri, adegan dramatis, paduan suara, serta koreografi yang terkoordinasi. Unsur-unsur terinspirasi budaya Māori – seperti gerak simbolik, ritme, dan musik yang diintegrasikan dengan cermat, memperkaya keaslian dan keterlibatan penonton.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait