PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi

PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

Namun, ia juga menekankan bahwa akselerasi industri biofuel nasional membutuhkan sinkronisasi kebijakan yang kuat antar pemangku kepentingan. Kami siap mengutilisasi seluruh kapasitas produksi jika program mandatori berjalan penuh. Fokus kami saat ini adalah mendorong terciptanya regulasi yang kompetitif, terutama terkait insentif cukai, agar bioetanol domestik memiliki daya saing yang kuat di tengah gempuran produk impor,” tegasnya.

Komisaris Utama PT Enero, Tuhu Bangun, menyampaikan optimisme serupa. Ia mengingatkan bahwa PT Enero yang berdiri pada 2013 merupakan hasil kerja sama Kementerian Perindustrian dengan NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization) Jepang, dan sejak awal dirancang sebagai pionir konversi BBM berbasis tanaman.

“Saat ini adalah titik strategis bagi Enero menjemput masa depan terbaik. Bukan sekadar bisnis, tetapi juga masa depan bangsa menuju kemandirian energi, masa depan dunia menuju zero emission, dan masa depan kesejahteraan karyawan. Itu adalah goal yang ingin dicapai sejak awal berdiri. Saya tahu persis karena waktu itu menjadi salah satu inisiator dalam memanfaatkan molases PG Gempolkrep yang melimpah,” kata Tuhu Bangun.

Direktur PT Enero, Puji Setiyawan, menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham dan seluruh elemen perusahaan. Menurutnya, keunggulan teknologi dan mitigasi operasional yang diterapkan telah selaras dengan visi strategis Holding Perkebunan Nusantara.

“Keunggulan PT Enero adalah spesifikasi pabrik yang sejak awal didesain khusus untuk menghasilkan fuel grade (standar bahan bakar). Hal ini memungkinkan kami menyuplai kebutuhan campuran BBM nasional secara langsung tanpa perlu modifikasi fasilitas yang memakan waktu lama. Ini berbeda dengan mayoritas pabrik lain yang masih berbasis food grade,” jelas Puji.

Untuk menjamin stabilitas produksi menuju 2026, PT Enero telah memperkuat ketahanan internal melalui mitigasi berbasis lima pilar utama: kepastian serapan konsumen, ketersediaan bahan baku tebu yang stabil, kelancaran distribusi pupuk organik cair hasil olahan limbah, serta stabilitas pasokan energi dari mitra strategis seperti PLN dan PGN.

“Kami juga menerapkan formulasi khusus untuk menjaga standar kualitas produksi di tengah fluktuasi spesifikasi bahan baku tetes tebu (molasses). Dengan fasilitas yang terus kami rawat secara prima, PT Enero optimis mampu menjaga stabilitas pasokan demi mendukung ketahanan energi nasional,” tambah Puji.

Keberhasilan PTPN I dalam mengelola industri biofuel terintegrasi ini diharapkan menjadi motor penggerak transisi energi nasional di bawah koordinasi Holding Perkebunan Nusantara. Langkah ini juga sejalan dengan rencana pembangunan pabrik bioetanol baru di berbagai wilayah strategis, termasuk pengembangan di Glenmore, Banyuwangi, guna mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan mandiri secara energi.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait