“Selain melayani penumpang kereta api reguler di bawah naungan KAI Divre I Sumut, Stasiun Bandar Khalipah juga menjadi titik pemberhentian KA Srilelawangsa menuju Bandara Kualanamu yang dikelola oleh KAI Bandara,” tambah Anwar.
Sejarah Stasiun Bandar Khalipah sendiri memiliki akar yang panjang, pertama kali dibangun oleh perusahaan Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (N.V. DSM) pada tahun 1889. Kini, wajah modern stasiun yang diresmikan pada 16 Desember 2018 tersebut menjadi simbol kemajuan transportasi di Sumatera Utara.
“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadikan Stasiun Bandar Khalipah sebagai pusat integrasi yang efektif menghubungkan layanan KA antarkota, kereta perkotaan, akses Bandara Kualanamu, hingga moda BRT. Sinergi ini adalah langkah nyata KAI dalam menghadirkan ekosistem transportasi yang modern dan berkelanjutan,” pungkas Anwar.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

