Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif

Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif
Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ION akan diukur dari seberapa banyak pedagang kecil, warung, dan usaha mikro yang benar-benar terhubung ke pasar digital nasional.

Infrastruktur Terbuka Menjadi Kunci Skalabilitas UMKM

Dalam sesi presentasi ION, Shinta Kamdani, Ketua APINDO, menegaskan bahwa kesiapan UMKM harus dibarengi infrastruktur yang tepat.

“Kesiapan UMKM adalah modal awal, tetapi skalabilitas hanya bisa tercapai melalui infrastruktur digital terbuka seperti ION. Tanpa itu, digitalisasi tidak akan benar-benar menghasilkan pertumbuhan yang inklusif,” jelasnya.

Indonesia Bisa Jadi Negara Tercepat Mengadopsi Jaringan Terbuka

Dalam pidato utamanya sekaligus interaksi dengan media, Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia, menegaskan bahwa ION merupakan adaptasi terbaik dari pengalaman India melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC).

“ION dibangun berdasarkan pengalaman ONDC di India, tetapi sepenuhnya dirancang untuk kebutuhan Indonesia. Biaya jaringan akan jauh lebih rendah dibanding platform konvensional yang bisa mencapai 20 persen. Di ION, biayanya hanya sekitar 2–3 persen.”

Ia menekankan bahwa jaringan ini akan membuka akses pasar bagi jutaan pelaku usaha kecil.

“Indonesia memiliki lebih dari 62 juta UMKM yang membutuhkan pasar. ION akan menyediakan pasar itu dengan biaya rendah, hambatan masuk minimal, dan standar yang terbuka.”

Terkait regulasi, ia menilai Indonesia berada di posisi yang sangat kondusif.

“Dengan dukungan penuh pemerintah, APINDO, dan ekosistem digital Indonesia, saya tidak melihat hambatan regulasi yang berarti. Semua pihak justru antusias menjadi bagian dari jaringan terbuka ini.”

Sandeep juga menyampaikan visi percepatan Indonesia dibanding India.

“Jika India menjadi yang pertama, Indonesia berpotensi menjadi yang tercepat, belajar dari keberhasilan dan kesalahan kami di ONDC.”

Dari Platform Tertutup ke ‘Internet Transaksi’

T. Koshy, Founding CEO & Managing Director ONDC, menjelaskan bahwa ION merepresentasikan pergeseran paradigma digital commerce. “Arsitektur ION bersifat network-centric, bukan platform-centric. Ini berarti tidak ada satu pemain yang mendominasi pasar, tetapi banyak aktor yang saling terhubung.”

Ia menegaskan bahwa dampak ION melampaui perdagangan barang semata. “Bukan hanya barang yang bisa diperdagangkan, tetapi juga jasa seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga layanan keuangan. ION berpotensi menjadi ‘internet transaksi’ bagi Indonesia.”

Soal logistik, ia menambahkan, “Logistik akan menjadi layanan yang melekat dalam jaringan, bukan penghalang. UMKM di daerah terpencil bisa terhubung ke pasar nasional secara lebih efisien.”

Koshy menutup dengan menekankan bahwa Indonesia memulai dari titik yang lebih matang berkat pembelajaran India.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait