Influencer Marketing bergeser dari strategi awareness menjadi ROI di seluruh APAC

Influencer Marketing bergeser dari strategi awareness menjadi ROI di seluruh APAC
Influencer Marketing bergeser dari strategi awareness menjadi ROI di seluruh APAC

Pergeseran ini menggarisbawahi bagaimana merek semakin memanfaatkan influencer untuk mendorong engagement, consideration, dan potensi konversi hilir yang terukur. Hal ini menandakan transisi besar dari influencer marketing sebagai saluran visibilitas semata menjadi saluran yang terintegrasi dengan tujuan commerce dan performa.

Lidyawati Aurelia, Country Manager, Indonesia, AnyMind Group, mengatakan: “Melihat landscape unik di Indonesia, influencer kini menjadi katalisator utama dalam perjalanan belanja masyarakat, mulai dari discovery hingga checkout. Mereka bukan lagi sekadar alat ‘iklan’, tapi sudah menjadi bagian dari infrastruktur penjualan itu sendiri. Laporan kami mengonfirmasi bahwa brand yang sukses adalah mereka yang berani menyelaraskan kampanye influencer dengan target performa yang terukur, memanfaatkan kepercayaan tinggi konsumen lokal terhadap konten video pendek untuk menghasilkan pertumbuhan bisnis yang konkret”

TikTok memperkuat peran sebagai platform creator berbasis performa, namun strategi tetap spesifik di tiap pasar

Dinamika platform di tahun 2025 semakin memperkuat pergeseran menuju influencer marketing yang berbasis performa. TikTok muncul sebagai platform influencer yang dominan di APAC Tenggara, menyumbang 66,0% kampanye influencer di Thailand, 64,3% di Filipina, dan 62,9% di Vietnam. Hal ini mencerminkan kekuatan platform tersebut dalam penemuan konten berdurasi pendek, keterlibatan berbasis hiburan, dan hasil yang berorientasi pada tindakan (action-oriented outcomes).

Di saat yang sama, pemilihan saluran tetap sangat spesifik di tiap pasar. Di Malaysia, kampanye terdistribusi lebih merata, dengan Instagram menyumbang 47,7% aktivitas influencer dan TikTok menyusul tipis di angka 44,4%. Tren adopsi TikTok ini juga mulai terlihat jelas di pasar seperti Jepang, di mana penggunaan platform ini untuk kampanye meningkat 16,3% pada tahun 2025, tahun di mana TikTok Shop resmi diluncurkan di Jepang.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait