Meskipun TikTok naik pesat, Instagram tetap menjadi platform utama yang tak terbantahkan untuk influencer marketing di beberapa pasar APAC. Di Jepang, Instagram masih menguasai mayoritas aktivitas sebesar 56,4%. Dominasi ini bahkan lebih nyata di Taiwan, di mana platform tersebut menyumbang 57,7% kampanye, dibandingkan dengan 45,3% di Hong Kong yang memiliki bauran platform yang lebih beragam.
Di Indonesia, influencer marketing telah menjadi persaingan dua pemain besar. TikTok dan Instagram secara kolektif mendominasi pasar dengan menyumbang 98,9% dari seluruh aktivitas kampanye. Hampir tidak adanya platform lain seperti YouTube atau X menonjolkan satu kebenaran konsumen yang nyata: video berdurasi pendek adalah satu-satunya instrumen yang paling berpengaruh.
Seiring matangnya influencer marketing, berbagai merek semakin mengintegrasikan kampanye kreator dengan strategi performa dan perdagangan yang lebih luas. Hasil berbasis engagement dan klik menyoroti bagaimana influencer mendorong tindakan terukur yang membentuk pertimbangan dan keputusan pembelian, guna mendukung strategi pemasaran yang lebih informatif dan efisien.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

