India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global

India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global
India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global

India menyambut baik peluang kemitraan dengan Indonesia dalam berbagai prioritas Asta Cita, khususnya di bidang ketahanan pangan dan transformasi digital.
Transformasi Ekonomi India yang Berkelanjutan
Di seberang Samudra Hindia, transformasi ekonomi India terus mengalami percepatan. Setelah membutuhkan enam dekade untuk mencapai PDB sebesar 1 triliun dolar AS, India berhasil melampaui angka 4 triliun dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 5 triliun dolar AS dalam dua tahun ke depan. India juga telah melampaui Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat dunia dan diperkirakan akan menyalip Jerman pada 2028.

Pencapaian ini didorong oleh reformasi struktural yang konsisten, investasi besar pada infrastruktur, perluasan ekonomi digital, serta penguatan sektor manufaktur, inovasi, startup, dan riset. Pengesahan Undang-Undang SHANTI membuka peluang baru dalam sektor energi, termasuk pemanfaatan energi nuklir melalui reaktor modular kecil dan peningkatan peran sektor swasta.
Pasar Modal sebagai Pilar Baru Kerja Sama Ekonomi
Selain perdagangan dan investasi langsung, pasar modal semakin menjadi pilar penting dalam penguatan hubungan ekonomi India–Indonesia. Kedua negara memiliki pasar modal yang dinamis, dengan basis investor domestik yang terus tumbuh dan meningkatnya minat investor global terhadap instrumen keuangan di Asia.

India telah membangun ekosistem pasar modal yang semakin dalam dan likuid, didukung oleh digitalisasi sistem perdagangan, peningkatan transparansi, serta penguatan regulasi. Pengalaman India dalam memperluas partisipasi investor ritel, mendorong pendalaman pasar obligasi, dan mengembangkan instrumen pembiayaan jangka panjang menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia.

Bagi Indonesia, reformasi sektor keuangan dan pasar modal berperan penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional, termasuk proyek infrastruktur, transisi energi, dan hilirisasi industri. Peningkatan kerja sama antara otoritas pasar modal, bursa efek, serta pelaku industri keuangan kedua negara membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan produk keuangan bersama, dan peningkatan arus investasi portofolio yang lebih stabil dan berjangka panjang.

Seiring integrasi keuangan yang lebih luas, pasar modal juga dapat menjadi sarana memperkuat konektivitas ekonomi India–Indonesia dalam kerangka regional dan global, termasuk melalui BRICS dan inisiatif kerja sama keuangan lintas negara berkembang.
Perluasan Perdagangan dan Konektivitas Digital
Berbagai reformasi kebijakan yang dilakukan India mencakup rasionalisasi perpajakan, penyederhanaan regulasi ketenagakerjaan, penguatan ekonomi maritim, serta dukungan terhadap UMKM. India juga mengadopsi pendekatan perdagangan yang lebih terbuka melalui penyelesaian sejumlah perjanjian perdagangan bebas dan pengurangan kebijakan proteksionis.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait