India telah membangun ekosistem pasar modal yang semakin dalam dan likuid, didukung oleh digitalisasi sistem perdagangan, peningkatan transparansi, serta penguatan regulasi. Pengalaman India dalam memperluas partisipasi investor ritel, mendorong pendalaman pasar obligasi, dan mengembangkan instrumen pembiayaan jangka panjang menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia.
Bagi Indonesia, reformasi sektor keuangan dan pasar modal berperan penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional, termasuk proyek infrastruktur, transisi energi, dan hilirisasi industri. Peningkatan kerja sama antara otoritas pasar modal, bursa efek, serta pelaku industri keuangan kedua negara membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan produk keuangan bersama, dan peningkatan arus investasi portofolio yang lebih stabil dan berjangka panjang.
Seiring integrasi keuangan yang lebih luas, pasar modal juga dapat menjadi sarana memperkuat konektivitas ekonomi India–Indonesia dalam kerangka regional dan global, termasuk melalui BRICS dan inisiatif kerja sama keuangan lintas negara berkembang.
Perluasan Perdagangan dan Konektivitas Digital
Berbagai reformasi kebijakan yang dilakukan India mencakup rasionalisasi perpajakan, penyederhanaan regulasi ketenagakerjaan, penguatan ekonomi maritim, serta dukungan terhadap UMKM. India juga mengadopsi pendekatan perdagangan yang lebih terbuka melalui penyelesaian sejumlah perjanjian perdagangan bebas dan pengurangan kebijakan proteksionis.
Di balik dominasi narasi tarif dalam diskursus global, fakta menunjukkan bahwa India merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia, sementara Indonesia tetap menjadi mitra dagang penting bagi India. Penyelesaian revisi Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN–India serta inisiasi pembahasan perjanjian perdagangan bilateral masih menjadi agenda strategis yang perlu dituntaskan bersama.
Kerja Sama Lintas Sektor Menuju Masa Depan
Sejak kunjungan presiden, kerja sama konkret telah berkembang di berbagai sektor strategis, termasuk teknologi digital, kesehatan, integrasi keuangan, energi, ketahanan pangan, pertahanan, pendidikan, dan kebudayaan. Dalam bidang digital dan kecerdasan buatan, Indonesia berperan aktif sebagai ko-ketua Kelompok Kerja Pertumbuhan Ekonomi dan Manfaat Sosial pada AI Impact Summit.
Tampilkan Semua
