Teman Pendidikan, sebagai salah satu program atau divisi dari Bantu Teman Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Sakola Kembara dalam mewujudkan akses pendidikan yang merata di Indonesia. Melalui Beasiswa Pendidikan (Bimbingan Belajar UTBK) yang diberikan kepada para siswa, setidaknya telah memberikan harapan mereka untuk bisa meraih mimpi belajar di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.
Tak tanggung – tanggung lebih dari 38 Juta Rupiah, telah diberikan kepada para siswa yang telah melalui tahapan seleksi. Hal ini adalah komitmen dan wujud nyata Bantu Teman Indonesia dalam memberikan akses pendidikan yang merata di Indonesia, juga sebagai wadah untuk membantu anak-anak di Indonesia yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Saya berharap dengan adanya beasiswa ini, bisa membuat pendidikan di Indonesia lebih maju, kepada teman – teman yang mendapatkan program ini bisa semangat, masuk Perguruan Tinggi, dan bisa membantu ekonomi keluarga,” ujar Priyo Puji Laksono, sebagai CEO dan Founder Bantu Teman Indonesia.
Priyo Puji Laksono juga memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa untuk bisa belajar dengan giat, agar nanti pada akhirnya para siswa yang menerima beasiswa ini dapat melanjutkan ke Perguruan tinggi impian mereka.
Harapan Untuk Bisa Saling Bersinergi
CEO Sakola Kembara, Rommy Adani berharap kepada semua pihak, agar sinergi dan kerja sama yang telah terjalin, bisa terus kita lakukan hingga tahun-tahun berikutnya. Ia juga berkomitmen untuk bisa memberikan akses pendidikan yang merata.
“Semoga kerja sama ini bisa selalu kita eratkan, dan beasiswa yang diberikan pada masa mendatang bisa lebih meluas. Sehingga bersama bisa kita wujudkan impian kita pada pemerataan pendidikan bagi siswa di seluruh Indonesia,” harap Rommy, sebagai Founder sekaligus CEO Sakola Kembara
Tentang Yayasan Sakola Kembara Indonesia
Sejak 2021, Sakola Kembara berkomitmen membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa prasejahtera melalui program bimbingan belajar gratis untuk siswa kelas 12 dan gap-year. Fokus kami bukan hanya membantu lolos ujian masuk perguruan tinggi, tetapi juga memastikan setiap siswa mendapatkan pendampingan akademik dan mentoring yang relevan dengan potensi mereka.
Hingga kini, Sakola Kembara telah berkembang di 3 provinsi di Indonesia (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten) dengan 8 cabang offline aktif, didukung oleh lebih dari 1.000+ kolaborator yang terdiri dari pengurus, volunteer, mentor, dan tenaga pengajar.
Dengan kekuatan 228 volunteer pengurus, 278 tenaga pengajar, 89 mentor, dan 416 siswa aktif dari 48 SMA/sederajat, Sakola Kembara terus membuktikan bahwa kolaborasi yang konsisten mampu menciptakan dampak pendidikan yang nyata dan berkelanjutan—terutama bagi mereka yang paling membutuhkan.

