JAKARTA, CILACAP.INFO – Bagi banyak investor pemula, memahami istilah dasar dalam laporan keuangan seperti cash flow dan profit sering kali membingungkan. Keduanya tampak seperti indikator kesuksesan bisnis, tetapi sebenarnya memiliki peran yang berbeda dalam menilai kesehatan finansial suatu perusahaan. Seringkali investor terlalu fokus pada laba semata tanpa memperhatikan aliran kas, padahal cash flow yang sehat justru menentukan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan operasi dan tumbuh di masa depan.
Artikel ini akan membahas perbedaan antara cash flow dan profit, mengapa kedua metrik tersebut penting, dan bagaimana investor pemula dapat menggunakannya untuk mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas.
Cara Sederhana Membaca Laporan Keuangan
Saat membaca laporan keuangan, profit atau laba bersih menunjukan seberapa besar perusahaan menghasilkan keuntungan setelah semua biaya dan pajak dikurangi dari pendapatan. Dengan kata lain, profit adalah angka yang sering muncul di media ketika sebuah perusahaan melaporkan hasil kuartalan atau tahunan mereka. Profit biasanya menjadi indikator utama kinerja perusahaan, tetapi angka ini bisa saja tidak mencerminkan kesehatan uang tunai mereka secara real time.
Sementara itu, cash flow mengukur seberapa besar uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis. Ini mencakup semua transaksi kas dari operasi bisnis, investasi, dan pembiayaan. Cash flow yang positif menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup uang tunai untuk membayar kewajiban, menggaji pegawai, dan melakukan investasi tanpa harus menambah utang.
Seorang perusahaan bisa saja mencatat profit besar tetapi cash flow negatif jika banyak piutang yang belum tertagih atau investasi besar yang dilakukan secara tunai. Ini bisa menjadi sinyal peringatan bagi investor, karena meskipun laba tinggi, likuiditas perusahaan bisa terganggu.
Tampilkan Semua

