Melalui kolaborasi antara kampus, mahasiswa, komunitas, dan pemerintah desa, BINUSIAN Plants Hope “Jejak Warna Saptorenggo” menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi medium pemberdayaan, edukasi menjadi fondasi penguatan masyarakat, dan technopreneurship menjadi penggerak pengembangan desa wisata yang inklusif dan berdaya saing. Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan temporer, tetapi menjadi awal dari transformasi berkelanjutan Desa Saptorenggo sebagai destinasi wisata kreatif yang memiliki identitas kuat, daya tarik visual yang relevan dengan era digital, serta mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Baca juga:
Pantau Kelancaran Pelayanan Selama Masa Nataru, KAI Services Andalkan Unit Command Center

