JAKARTA, CILACAP.INFO – Perubahan besar dalam cara mesin pencari dan platform AI menyajikan jawaban membuat bisnis perlu mengevaluasi ulang strategi SEO mereka. Tidak lagi cukup sekadar berada di peringkat atas Google, kini brand dituntut untuk memiliki AI Visibility agar dapat direferensikan oleh sistem berbasis Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT dan Google Gemini.
Doxadigital, sebuah digital marketing agency yang berfokus pada SEO dan Semantic SEO, menyoroti pentingnya metrik AI Visibility sebagai indikator baru dalam mengukur visibilitas brand di era pencarian berbasis AI. Pembahasan ini dituangkan dalam artikel edukatif berjudul AI Visibility yang dipublikasikan di situs resmi Doxadigital.
Viktor Iwan Kristanda, CEO Doxadigital sekaligus penulis artikel tersebut, menjelaskan bahwa sistem AI tidak bekerja seperti mesin pencari tradisional. “AI tidak menampilkan sepuluh link lalu membiarkan pengguna memilih. AI menyusun jawaban. Artinya, hanya brand yang dianggap relevan, jelas secara semantik, dan dipercaya yang akan diambil sebagai referensi,” jelas Viktor.
Menurut Viktor, AI Visibility bukan tentang mengontrol rekomendasi AI, melainkan meningkatkan probabilitas sebuah brand untuk dipilih oleh AI berdasarkan struktur data, konteks, dan sinyal kepercayaan yang kuat.
Apa Itu AI Visibility
Dalam konteks SEO modern, AI Visibility merujuk pada sejauh mana sebuah brand, produk, atau website muncul, disebut, atau dikutip dalam jawaban yang dihasilkan AI. Ini mencakup kemunculan di ChatGPT, Google Gemini, AI Overviews, hingga platform generative search lainnya.
Berbeda dengan SEO konvensional yang berorientasi pada ranking halaman, AI Visibility berfokus pada kelayakan konten untuk diretrieval dan dirangkai menjadi jawaban oleh AI.
Strategi AI Visibility yang Perlu Diperhatikan Bisnis
Mengacu pada artikel AI Visibility Doxadigital, terdapat beberapa strategi utama yang perlu diperhatikan bisnis agar memiliki peluang lebih besar direkomendasikan oleh AI.
Tampilkan Semua

