“Alhamdulillah kami tinjau jembatan Krueng Tingkeum. Dan ini mudah-mudahan kepada pengguna jalan juga tidak bermasalah nanti dan tidak akan terjadi kemacetan lagi seperti yang kita lihat pada hari ini,” ujar Bupati Mukhlis di lokasi peresmian.
Bencana banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan masif. Data Kementerian PU per 17 Desember 2025 mencatat sebanyak 38 ruas jalan nasional dan 16 jembatan terdampak bencana. Perbaikan kerusakan telah dilakukan di lintas timur, barat, dan tengah Aceh. BPJN Aceh telah mengerahkan ratusan alat berat untuk membersihkan material longsor dan membangun kembali akses yang terputus.
Selama akses jalan dan jembatan utama terputus, pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya mencari jalur alternatif guna menjaga mobilitas.
“Ya, kita terus mendukung dan bekerja sama sampai hari ini. Juga jalur-jalur yang kita gunakan untuk tembus ke lintas timur juga banyak menggunakan jalan-jalan desa yang hari ini dan kita ikut membantu untuk apa namanya memperlancar jalur lalu lintas ya,” kata Bupati Mukhlis menjelaskan upaya gotong royong selama masa darurat.
Meskipun saat ini jembatan darurat telah beroperasi dengan kapasitas beban maksimal 30 ton, harapan besar tetap disandarkan pada pembangunan solusi jangka panjang. Kelancaran arus lalu lintas yang stabil diyakini akan mempercepat pemulihan ekonomi Bireuen secara signifikan. Bupati Mukhlis pun menyuarakan harapan seluruh masyarakat akan adanya infrastruktur yang lebih tangguh di masa depan.
“Ya, harapan kita ke depan mudah-mudahan PU pusat atau Kementerian PU bisa membangun segera jembatan permanen ya. Kalau seandainya sudah dibangun jembatan yang permanen, alhamdulillah sudah lancar seperti yang dulu,” ujar Bupati Mukhlis.
Dengan tersambungnya kembali Jembatan Krueng Tingkeum, Kementerian PU optimistis progres perbaikan infrastruktur terdampak bencana dapat lebih cepat, dan distribusi logistik serta mobilitas masyarakat di Bireuen akan kembali normal.
Tampilkan Semua

