Sementara itu, di ranah DeFi, TKO tengah aktif “membangun jembatan” melalui berbagai kolaborasi dan kemitraan strategis. Fokus utamanya adalah menghubungkan kembali TKO ke ekosistem keuangan terdesentralisasi, memperkuat peran TKO dalam beragam protokol dan layanan DeFi, serta menempatkan TKO sebagai bagian penting dari lanskap Web3 global. Melalui kombinasi inisiatif online dan offline, TKO ingin menunjukkan bahwa sebuah proyek token bisa memiliki dampak yang jauh melampaui sekadar transaksi digital, termasuk dengan hadir langsung di tengah komunitas dan mendukung perkembangan olahraga lokal seperti tinju.
“Ke depan, kami ingin TKO dikenal bukan hanya sebagai utility token di jaringan BSC, tetapi juga sebagai brand yang konsisten mendukung komunitas, mulai dari pelaku Web3, kreator, hingga atlet dan pelatih olahraga. Kolaborasi dengan Kida ini adalah salah satu langkah awal kami,” tutup Bonifacio.
About Tokocrypto
TKO adalah utility token di Binance Smart Chain (BSC) yang menghadirkan manfaat CeFi dan DeFi, mulai dari potongan biaya transaksi hingga kolaborasi ekosistem Web3. Sejak 2021, TKO telah dipercaya oleh lebih dari 1 juta pemegang di 208 negara, termasuk ±700 ribu di Indonesia, dan menjadi jembatan utama transisi pengguna dari Web2 ke Web3. Dengan berdirinya TKO Foundation pada 26 Maret 2025, proyek ini memasuki fase baru sesuai roadmap: memperkuat infrastruktur di paruh pertama 2025, lalu memperluas ekosistem dan jangkauan global di paruh kedua, termasuk pembaruan situs TKO, peluncuran Web3 Wallet, dan reintegrasi DeFi. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tkotoken.com.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Tampilkan Semua

