Sebagai catatan, produk pasar modal berbasis Syariah di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Hingga 2024, nilai outstanding EBA konvensional mencapai Rp1,9 triliun, sementara EBA-SP Syariah baru sebesar Rp297 miliar. Pada instrumen lain, penerbitan obligasi konvensional tercatat Rp136 triliun dibanding Rp21 triliun untuk sukuk, serta 40 indeks saham konvensional berbanding 5 indeks Syariah.
Melalui peluncuran KIK EBA Syariah pertama di Indonesia, BRI-MI berkomitmen memperkuat inovasi investasi alternatif berbasis Syariah serta mendorong pertumbuhan ekosistem pasar modal Syariah nasional.
Sebagai bagian dari BRI Group, BRI Manajemen Investasi terus memperkuat perannya sebagai pelopor inovasi investasi berbasis Syariah serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui instrumen yang transparan dan progresif.

