82% Target Net Zero Belum Terverifikasi Data Emisi Scope 3, Jadi Isu Kritis dalam Strategi Iklim Korporasi

Deforestasi berkontribusi pada meningkatnya Gas Rumah Kaca
Deforestasi berkontribusi pada meningkatnya Gas Rumah Kaca

“Banyak perusahaan menetapkan target Net Zero yang ambisius, tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuktikannya,” kata Andre Mawardhi, Senior Manager Agriculture and Environment di KOLTIVA. “Scope 3 tidak bisa ditangani hanya dengan estimasi. Tanpa data di tingkat lahan yang kredibel, target berisiko dianggap sekadar aspirasi namun tanpa kemajuan yang terukur.”

Fakta Lapangan: Mengapa Verifikasi Penting

Para ahli menekankan bahwa pengukuran Scope 3 memerlukan pergeseran dari rata-rata generik ke data yang spesifik dan kontekstual. Perubahan tata guna lahan, aplikasi pupuk, dan logistik sangat bervariasi di berbagai wilayah. Model global tunggal tidak dapat menangkap perbedaan ini. Citra satelit dan alat digital telah maju, tetapi tanpa validasi lapangan, angka-angka tetap bisa diperdebatkan. KOLTIVA menugaskan agen lapangan dan agronomis lokal yang bekerja langsung dengan petani kecil untuk memastikan data mencerminkan kenyataan.

“Menilai emisi bersama petani di lapangan memberi kami titik masuk untuk perubahan nyata,” tambah Andre. “Baik dengan menyesuaikan penggunaan pupuk, memperbaiki persiapan lahan, atau mengubah limbah tanaman menjadi biochar, langkah-langkah praktis ini menurunkan emisi sekaligus membangun kepercayaan. Produsen menjadi mitra iklim, bukan sekadar titik data.”

Pendekatan ganda ini, yang menggabungkan keterlacakan digital dengan verifikasi di tingkat lapangan, memastikan pengungkapan data mampu bertahan dari pengawasan regulator dan investor sambil mendorong perbaikan nyata di rantai pasok.

KOLTIVA telah mengembangkan jalur terstruktur yang mengubah ambisi iklim perusahaan menjadi aksi yang dapat diverifikasi. Pendekatan ini dimulai dengan kepatuhan dan dokumentasi terverifikasi, memetakan lahan hingga tingkat poligon untuk memastikan sumber tanpa deforestasi dan selaras dengan SBTi FLAG dan ISO 14068-1. Ini diperkuat dengan sistem keterlacakan digital KoltiTrace MIS, yang menangkap data emisi langsung dari lahan dan pemasok, bukan dari sampel terbatas. Sistem ini juga terintegrasi dengan Cool Farm Tool, kerangka kerja internasional untuk menghitung emisi gas rumah kaca di lahan, penyerapan karbon tanah, dan dampak keanekaragaman hayati.

Untuk menjaga integritas rantai pasok, KOLTIVA memastikan pelaporan yang transparan dan penanganan terpisah, sehingga komoditas bebas deforestasi dan rendah karbon tetap dapat ditelusuri dari asal hingga pasar. Pada saat yang sama, perusahaan memberdayakan produsen dengan alat digital, pelatihan cerdas iklim, dan insentif berbasis kinerja, memungkinkan petani mengurangi emisi langsung di sumbernya. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen ini, KOLTIVA menjembatani kesenjangan antara realitas lapangan dan pelaporan di tingkat manajemen.

Kebutuhan dan Peluang Kepatuhan

Tekanan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan pelaporan dan praktik ramah lingkungan yang semakin dituntut. Regulasi seperti EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) mewajibkan perusahaan besar untuk mengungkapkan emisi Scope 3 dalam laporan tahunan. Perusahaan yang gagal melakukan verifikasi Scope 3 menghadapi sanksi, kerusakan reputasi, dan dikeluarkan dari akses pembiayaan dan pasar. Sebaliknya, perusahaan yang bergerak lebih awal mendapatkan keunggulan pertama dalam pengadaan dan akses investasi terkait iklim.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait