Founder Punggawa Budaya Nusantara, Nathan Santoso, turut memberikan pandangan dalam penyerahan plakat tersebut. “Banyak orang lupa bahwa Surabaya dan Mangkunegaran punya sejarah perlawanan yang saling berkait. Mangkunegaran bukan kerajaan pasif. Ia lahir dari perang. Ia mewakili keberanian. Dan hari ini, semangat itu tidak lagi berupa senjata, tetapi berupa keyakinan untuk menjadikan budaya sebagai alat perjuangan yang baru—yang lembut tapi mengakar, yang tidak membakar, tapi mengubah.”
Plakat Kehormatan yang diberikan oleh Punggawa Budaya Nusantara bukan sekadar simbol seremonial. Ia menjadi pernyataan generasi baru yang menyadari pentingnya budaya—dan kini turut memperjuangkannya. Generasi yang dulu dianggap jauh dari sejarah, justru kini berdiri di garda depan untuk merayakan tokoh yang berhasil mengubah persepsi budaya dari sesuatu yang membebani menjadi sesuatu yang membebaskan.(*)
Tampilkan Semua

