Hal ini sangat penting karena EUDR dan regulasi serupa menuntut ketertelusuran dan kepatuhan yang rinci, yang sulit dipenuhi oleh produsen petani kecil di Indonesia. Banyak di antaranya yang sulit mengakses alat digital, infrastruktur, dan pendanaan, sehingga sulit untuk memenuhi persyaratan data dan ketertelusuran yang ketat guna membuktikan produksi bebas deforestasi (RSM, 2024).
Selain itu, program pengembangan kapasitas telah diterapkan untuk membantu produsen petani kecil memahami dan mematuhi persyaratan regulasi. Upaya untuk memastikan legalitas lahan juga sedang dilakukan, memberikan produsen dengan sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi standar legal dan keberlanjutan. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, memberikan pelatihan, dan memastikan bahwa petani kecil termasuk dalam inisiatif keberlanjutan yang lebih luas. Pemerintah juga bekerja sama dengan pelaku industri untuk menyediakan sumber daya dan pendanaan untuk upaya-upaya ini.
Inisiatif untuk Mendorong Keberlanjutan
PISAgro, sebuah platform kolaboratif yang mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan di Indonesia, berperan penting dalam mengatasi tantangan terkait kepatuhan regulasi di tingkat petani. Organisasi ini bekerja dengan produsen, koperasi, dan perusahaan untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang memenuhi standar lokal dan internasional.
Salah satu tema utama yang dibahas adalah pentingnya inklusi petani dalam upaya keberlanjutan dan proses kepatuhan regulasi. Petani mewakili bagian signifikan dari tenaga kerja pertanian Indonesia, dan inklusi mereka sangat penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan dan ketertelusuran yang lebih luas.
Melalui skema kemitraannya, PISAgro fokus membantu produsen memenuhi persyaratan kepatuhan.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong kepatuhan karena setiap pemangku kepentingan memiliki peran penting untuk mendukung produsen petani kecil agar mereka tidak tertinggal,” ujar Insan Syafaat, Direktur Eksekutif PISAgro.
Kolaborasi sangat penting untuk mengatasi hambatan seperti pendirian sistem ketertelusuran dan sertifikasi yang melibatkan biaya signifikan, yang dapat menjadi beban bagi produsen kecil. Penting untuk mengurangi hambatan ekonomi yang dapat mengecualikan petani kecil dari pasar, karena pemain besar yang mampu membiayai investasi ini mendominasi rantai pasok (Mongabay, 2023).
Sektor swasta dan organisasi nirlaba di komoditas yang terdampak EUDR, seperti karet, minyak sawit, dan kakao, telah berupaya untuk memastikan bahwa produsen petani kecil terintegrasi dalam sistem ketertelusuran yang mendukung kepatuhan regulasi. Organisasi-organisasi ini berfokus pada peningkatan pengumpulan data dan sistem pemantauan, yang sangat penting untuk memastikan bahwa produsen atau petani dapat memenuhi standar keberlanjutan dan berkontribusi pada rantai pasok pertanian yang lebih luas.
Tampilkan Semua

