AICX 2026 oleh ITSEC Asia (IDX: CYBR): Indonesia Perlu Bersiap Menghadapi Ancaman Siber dari Komputasi Kuantum Sekarang

ITSEC Asia
ITSEC Asia

Salah satu pendekatan untuk mengantisipasi risiko tersebut adalah post-quantum cryptography (PQC), yaitu metode kriptografi yang dirancang untuk menghadapi serangan dari komputer kuantum. Prof. Andriyan menjelaskan bahwa algoritma PQC dapat diterapkan pada perangkat yang digunakan saat ini, termasuk ponsel, komputer dan server. Pendekatan lainnya adalah quantum key distribution (QKD), yang memanfaatkan prinsip kuantum untuk mendukung distribusi kunci komunikasi yang aman.

Dr. Mohammad Hamzah Fauzi, Kepala Pusat Riset Fisika Kuantum di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyoroti perubahan pesat dalam ekspektasi terhadap perkembangan teknologi kuantum.

“Pada 2018, saya menghadiri sebuah konferensi di Montpellier, Prancis. Saat itu, seorang fisikawan terkemuka ditanya kapan kita akan memiliki komputer kuantum yang benar-benar bermanfaat. Jawabannya adalah, ‘Tidak dalam masa hidup saya.’ Kini, prediksi tersebut mulai terbantahkan oleh kemajuan yang terus kita capai. Agar kemajuan ini dapat dirasakan oleh para pengguna, pusat riset seperti kami membutuhkan mitra dari industri keamanan. Kami senang ada perusahaan seperti ITSEC Asia yang bersedia bekerja sama dengan kami dalam hal ini,” ujarnya.

Persiapan menghadapi era kuantum juga membutuhkan investasi dalam riset, pendidikan dan pengembangan talenta. Penguasaan teknologi ini memerlukan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari fisika dan rekayasa hingga keamanan informasi dan pengembangan sistem digital.

Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (KORIKA), menyoroti relevansi teknologi kuantum bagi fondasi teknologi Indonesia di masa depan.

“Peta jalan AI saat ini belum mencakup teknologi kuantum, tetapi kuantum akan menjadi bagian dari infrastruktur kepercayaan bagi AI. Komputasi kuantum hanyalah salah satu dari teknologi baru yang perlu dikuasai Indonesia. Kami menyambut baik langkah ITSEC Asia, perusahaan yang telah bergerak di persimpangan AI dan keamanan, untuk mengangkat isu kuantum sejak sekarang, bukan setelah peta jalan selesai disusun,” ujarnya.

Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan kesiapan keamanan siber, kebijakan, riset dan talenta berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi dan komunitas riset akan menjadi kunci dalam membangun ketahanan digital jangka panjang.

“AICX mempertemukan isu kuantum, AI dan keamanan siber dalam satu diskusi karena ketiganya perlu dipersiapkan dan diamankan secara bersama. Kami berterima kasih kepada ITB, BRIN dan KORIKA atas kontribusi keahlian mereka. ITSEC Asia akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi era kuantum,” tambah Marek.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait