JAKARTA, CILACAP.INFO – Langkah berani Meutya Hafid dalam mempertemukan para pemimpin pemerintahan, energi, telekomunikasi, dan teknologi mengungkap ambisi yang lebih besar: mengorkestrasi transformasi digital Indonesia sebagai satu ekosistem nasional.
Kehadiran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 atas undangan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan perdagangan digital bergantung pada infrastruktur fisik, termasuk listrik, pendinginan, dan konektivitas. Transformasi digital Indonesia bukan sekadar proyek teknologi, melainkan tantangan pembangunan nasional yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Tiga Prioritas Meutya Hafid: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga
Saat membuka Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Meutya memaparkan tiga prioritas: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan pemerataan akses internet. Dengan sekitar 235 juta pengguna internet, perhatian kini juga perlu diarahkan pada pemanfaatan konektivitas untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai ekonomi.
Prioritas Terjaga menekankan perlindungan dari penipuan, pencurian identitas, penyalahgunaan data pribadi, dan risiko terhadap anak-anak di internet. Ketiga prioritas tersebut saling berkaitan: infrastruktur membuka akses, inovasi menciptakan peluang, dan kepercayaan publik menopang keduanya.
Meutya juga menekankan pentingnya mengembangkan AI sesuai kebutuhan nasional sambil mempertahankan kerja sama internasional. Pemerintah, perusahaan teknologi, universitas, operator jaringan, dan investor perlu menyelaraskan prioritas untuk membangun infrastruktur serta menerapkan inovasi.
Perspektif Menteri Energi tentang Infrastruktur Digital
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti kebutuhan energi industri AI. Pusat data memerlukan pasokan listrik berkelanjutan, sistem pendingin, dan infrastruktur pendukung yang andal. Ia membahas estimasi kebutuhan tambahan kapasitas listrik hingga 20 gigawatt atau 20.000 megawatt seiring pertumbuhan industri pusat data Indonesia.
Bahlil menyebut Batam, Karimun, dan Bintan sebagai lokasi potensial pengembangan pusat data. Perencanaan perlu mempertimbangkan ketersediaan lahan, air, energi, dan peluang regional, termasuk pengembangan energi terbarukan.
Investasi pusat data juga diharapkan memberikan manfaat bagi pemasok, pekerja, dan pelaku usaha lokal. Namun, ketersediaan listrik nasional tidak otomatis menjamin pasokan yang terjangkau dan andal di setiap lokasi. Kebutuhan air, pendinginan, akses jaringan listrik, dan permintaan komersial tetap memerlukan kajian. Hal ini menegaskan hubungan erat antara perencanaan digital, industri, dan pembangunan wilayah.
Menghubungkan Bangsa Berarti Menghubungkan Ekosistem
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan bahwa Bali Tech Week menggabungkan 13 program teknologi yang mempertemukan pemerintah, perusahaan telekomunikasi, perusahaan rintisan, investor, akademisi, dan peserta internasional.
Tampilkan Semua
