Komdigi melaporkan hampir 1.000 pertemuan bisnis satu lawan satu telah terdaftar hingga akhir hari pertama, dengan target sekitar 2.000 pertemuan selama sepekan. Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi, meskipun tidak secara langsung menjamin investasi.
Indonesia telah memiliki infrastruktur digital, talenta kewirausahaan, dan berbagai inisiatif publik. Menghubungkan unsur-unsur tersebut dapat mengurangi duplikasi serta mengidentifikasi kesenjangan antara kebijakan, pembiayaan, dan pelaksanaan.
Dari Konektivitas Digital Menuju Kemampuan Teknologi Nasional
Sekretaris Jenderal Komdigi Dr. Ismail dan CEO GoTo Group Hans Patuwo membahas peran Asia Tenggara dalam teknologi dan inovasi. GoTo mengumumkan model bahasa besar sumber terbuka dengan 27 miliar parameter yang mendukung bahasa Indonesia serta bahasa Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
AI yang mendukung bahasa lokal berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap teknologi yang sesuai dengan konteks bahasa dan budaya Indonesia. Model sumber terbuka juga memungkinkan peneliti, universitas, perusahaan rintisan, dan pelaku usaha mengembangkan aplikasi tanpa memulai dari nol.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan teknologi tersebut membantu pedagang, pendidik, instansi publik, dan perusahaan menyelesaikan persoalan nyata. Keberhasilan Indonesia beralih dari konsumen menjadi pencipta teknologi akan ditentukan oleh manfaat penerapannya.
Telekomunikasi: Jaringan Masa Depan Harus Memberikan Lebih Banyak Manfaa
Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno membahas infrastruktur nasional, sementara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyoroti reformasi regulasi dan investasi untuk memperluas konektivitas terjangkau. Angga menyebut biaya regulasi operator diperkirakan mencapai 13–14 persen dari pendapatan.
Diskusi Indonesia’s Next Network juga menghadirkan Direktur Utama Telkomsel Nugroho serta pelaku industri Desmond Cheung dan Merza Fachys.
Pengembangan jaringan tidak hanya bertujuan menyalurkan lebih banyak data, tetapi juga menghadirkan layanan bernilai tambah, termasuk solusi berbasis AI. Bagi masyarakat di luar kota besar, konektivitas harus tetap terjangkau, andal, dan mampu meningkatkan produktivitas serta membuka peluang ekonomi.
Singapura dan Indonesia: Kepercayaan Merupakan Fondasi Pertumbuhan
Dalam dialog dengan Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo, Meutya membahas hubungan antara keamanan digital, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi, termasuk perlindungan anak.
Keamanan siber, perlindungan identitas, dan pengelolaan data pribadi menjadi semakin penting seiring berkembangnya AI dan layanan daring. Kepercayaan konsumen memengaruhi partisipasi dalam transaksi digital, sedangkan sistem yang tidak aman meningkatkan risiko bisnis.
Pengalaman Singapura dapat menjadi referensi bagi Indonesia, dengan penyesuaian terhadap populasi dan kondisi masyarakat yang lebih beragam. Perlindungan pengguna perlu dirancang sejak awal pengembangan layanan digital, bukan sekadar menjadi tahap regulasi setelah teknologi diterapkan.
Tampilkan Semua
