Rangkaian pertunjukan dibuka dengan Bharatanatyam, salah satu bentuk tari klasik India yang dikenal melalui gerakan tangan ekspresif, gerak kaki yang ritmis, serta penghayatan cerita. Raj menjelaskan bahwa Bharatanatyam menggabungkan tiga unsur utama, yaitu bhava atau emosi, raga atau ekspresi musikal, dan tala atau irama.
Setelah itu, penonton disuguhkan berbagai pertunjukan yang mencerminkan kekayaan seni tari India dan Indonesia. Selain Kuchipudi, sebuah bentuk tari klasik India, acara tersebut menampilkan tari Betawi, Bhangra, serta pertunjukan Bollywood yang dilengkapi sesi interaktif.
Sesi mudra interaktif juga memperkenalkan penonton pada berbagai gestur tangan simbolis dalam tari klasik India. Melalui sesi ini, pengunjung dapat memahami bagaimana gerakan tertentu menyampaikan makna dan emosi dalam sebuah pertunjukan.
Kolaborasi India-Indonesia dalam Satu Irama
Salah satu sorotan utama acara adalah kolaborasi khusus antara penari India dan Indonesia bersama mahasiswa BINUS. Penampilan tersebut menunjukkan bagaimana tradisi seni dari kedua negara dapat berpadu dalam sebuah pertunjukan yang mengedepankan kreativitas dan kebersamaan.
Rangkaian acara ditutup dengan ONE RHYTHM, pertunjukan grand finale yang melibatkan para penari dan mahasiswa BINUS. Penampilan bersama tersebut menjadi simbol perayaan keberagaman budaya sekaligus menegaskan pesan utama acara, yakni bahwa tradisi yang berbeda dapat mempertahankan keunikannya sekaligus menciptakan hubungan yang bermakna.
Setelah pertunjukan berakhir, para tamu menikmati hidangan, berjejaring, dan mengunjungi stan-stan budaya yang tersedia di lokasi acara.
Melalui Shakti, Indoindians dan BINUS University menghadirkan ruang pertukaran budaya yang mempertemukan tradisi India dan Indonesia melalui seni pertunjukan. Perpaduan tari tradisional, pengalaman interaktif, dan kolaborasi antar pelaku seni tersebut menunjukkan peran seni dalam memperkuat hubungan antar masyarakat serta meningkatkan apresiasi terhadap kedekatan budaya India dan Indonesia.
Tampilkan Semua