Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Dua Puluh Lima Tahun Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Dua Puluh Lima Tahun Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Pertukaran Pengetahuan dan Penanggulangan Krisis

Kemitraan mobilitas tenaga kerja, yang dimulai dengan Prancis pada tahun 2018, kini mencakup Britania Raya, Jerman, Portugal, Australia, Austria, Italia, dan Denmark. India memiliki angkatan kerja muda di saat banyak negara mitra mengalami penuaan populasi. Jalur kredit, hibah, dan pelatihan dari India telah menjangkau lebih dari 160 negara. Kampus baru Universitas Nalanda di Rajgir dibuka pada Juni 2024 dengan 18 negara mitra, serta Indian Institutes of Technology (IIT) cabang Madras dan Delhi membuka kampus di Zanzibar dan Abu Dhabi.

Sepanjang masa jabatan Perdana Menteri Modi, India telah membangun reputasi sebagai pihak yang sigap hadir saat bencana melanda melalui Operasi Maitri, Dost, Sadbhav, Brahma, dan Sagar Bandhu. Pasca gempa bumi dan tsunami Sulawesi pada tahun 2018, kapal-kapal Angkatan Laut India membawa bantuan ke Sulawesi Tengah di bawah Operasi Samudra Maitri. Misi Vande Bharat berhasil memulangkan lebih dari tujuh juta orang selama pandemi, dan evakuasi dari wilayah konflik kerap kali turut mengangkut warga negara lain.

Indonesia dan India: Kedekatan Berbasis Budaya

Kedua negara berbagi samudera yang sama, warisan peradaban kuno yang majemuk, tatanan demokratis yang harus memenuhi kebutuhan populasi yang besar dan beragam, serta preferensi terhadap dunia multipolar di mana ASEAN tetap memegang peranan penting.

Di balik kedekatan ini, tantangan masih ada dalam menyeimbangkan arus perdagangan. Perdagangan bilateral mencapai puluhan miliar dolar, yang surplus bagi Indonesia, didominasi oleh batu bara dan minyak kelapa sawit. Mengalihkannya ke barang manufaktur, jasa, pembayaran digital, dan mineral olahan merupakan tugas bagi pelaku usaha dan regulator, sebagaimana halnya bagi pemerintah. Sektor keuangan, energi, mineral, sistem digital, dan kelautan dapat terus maju tanpa harus menunggu KTT berikutnya.

Warisan Kepemimpinan Modi

Dua puluh lima tahun menjabat dalam pemerintahan adalah pencapaian yang langka dalam negara demokrasi mana pun. Di India, hal tersebut mendekati sebuah keajaiban. Jumlah pemilih terdaftar mencapai 980 juta orang pada pemilu 2024; dengan 646 juta pemilih memberikan suara. Media di India sangat beragam, multibahasa, dan kritis; lembaga peradilannya tegas; dan setiap pemilu di tingkat negara bagian sekaligus menjadi tolok ukur penilaian terhadap pemerintah pusat.

Periode ini juga diwarnai gejolak yang tidak biasa. Profil pemilih mengalami perubahan selama masa kepemimpinannya. Generasi baru, yang tumbuh bersama ponsel pintar dan ekspektasi yang kian tinggi, mulai masuk dalam daftar pemilih. Pada saat yang sama, tatanan ekonomi dan politik global ditata ulang: pandemi, perang di Eropa, gangguan rantai pasok, serta tekanan pada lembaga-lembaga multilateral. Krisis-krisis tersebut bisa saja menjatuhkan pemimpin lain. Namun Perdana Menteri Modi berhasil melewati setiap krisis tersebut dan tampil semakin tangguh. Ia dengan cepat meraih reputasi, baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai sosok yang berkarisma sekaligus penggerak yang tidak tergoyahkan, yang fokus sepenuhnya pada tujuan mewujudkan India sebagai negara maju pada tahun 2047, saat peringatan satu abad kemerdekaan India.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait