Bagi Indonesia, relevansi hal ini sangat langsung. Jakarta dan New Delhi sama-sama menegaskan pentingnya otonomi strategis. Selama masa jabatan PM Modi, Kemitraan Strategis Komprehensif yang disepakati saat kunjungan beliau ke Jakarta pada tahun 2018 memberikan struktur formal bagi konvergensi tersebut. Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan pada Hari Republik India pada Januari 2025, di bulan yang sama saat Indonesia resmi bergabung dengan BRICS, dan kepemimpinan India di BRICS pada tahun 2026 kembali mempertemukan keduanya dalam satu meja. Penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (local-currency settlement) antar kedua negara turut menekan biaya transaksi.
Prioritas Utama Abad ke-21
Di bawah kepemimpinan PM Modi, India memberikan penekanan kuat pada diplomasi teknologi abad ke-21 yang bertumpu pada infrastruktur publik digitalnya: trinitas JAM (akun Jan Dhan, identitas Aadhaar, dan konektivitas seluler), serta Unified Payments Interface (UPI), yang memproses hampir separuh dari volume pembayaran real-time dunia. Standar pembayaran QRIS di Indonesia menerapkan logika yang sama. Inisiatif TRUST (Transforming the Relationship Utilizing Strategic Technology) bersama Amerika Serikat serta EU Trade and Technology Council dibangun di atas fondasi ini.
Perjanjian dengan Mauritius pada tahun 2021, UEA dan Australia pada tahun 2022, Britania Raya pada tahun 2025, serta Uni Eropa pada tahun 2026 telah membuka akses pasar di seluruh Afrika, Teluk, Pasifik, dan Eropa.
Mineral kritis menjadi bagian dari strategi yang sama. Di bawah arahan Perdana Menteri Modi, Khanij Bidesh India Ltd telah mengamankan kesepakatan dengan Argentina, Australia, dan Cile, serta India meluncurkan National Critical Mineral Mission pada tahun 2025. Indonesia menambang lebih dari separuh nikel dunia. India membutuhkan pasokan yang aman dan Indonesia menginginkan investasi hilirisasi serta mitra teknologi. Keselarasan ini sangat jelas, meskipun ketentuan mengenai akses, pengolahan, dan harga masih harus dinegosiasikan.
Iklim, Kesehatan, dan Budaya
Inisiatif India di bidang-bidang krusial ini tetap mengagumkan. Ambil contoh isu iklim. India meluncurkan International Solar Alliance bersama Prancis pada tahun 2015. India juga turut mendirikan Coalition for Disaster Resilient Infrastructure pada tahun 2019 dan Global Biofuels Alliance pada tahun 2023. Pada tahun 2025, energi non-fosil telah mencapai 50 persen dari total kapasitas daya terpasang; lima tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan. Angka ini terus meningkat pada tahun 2026.
Di bidang kesehatan, hasilnya tidak kalah impresif. Selama pandemi Covid-19, di bawah kepemimpinan luar biasa Perdana Menteri Modi, melalui diplomasi vaksin (Vaccine Maitri), India memasok vaksin ke negara-negara mitra, dan WHO Global Traditional Medicine Centre resmi dibuka di Jamnagar pada tahun 2022. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional pada tahun 2014 dengan rekor jumlah negara pendukung (co-sponsors). India juga aktif memperjuangkan pengembalian benda-benda bersejarah era kolonial, sebuah pemulihan yang memiliki nilai moral bagi setiap negara yang memiliki sejarah penjajahan, termasuk Indonesia.
Tampilkan Semua
