Waspada Aplikasi Menyerupai Media Finance dan Mainstream, Contohnya Love Money dan Compass

by

CILACAP.INFO – Jangan mudah tergiur tawaran kaya mendadak dengan cara top-up dengan dalih berinvestasi duduk ungkang-ungkang tanpa kerja keras uang ngalir, ngayal dan kipas-kipas bak raja dengan ngimpi selangit ketiban uang dari hasil teman makan teman.

Pasalnya aplikasi atau suatu bisnis ponzi yang disinyalir bakal scam dapat diketahui secara jelas. Salah satu hal yang paling menyebalkan yakni memperdaya orang dengan cara mendekati tokoh publik.

Padahal cuma sowan, akan tetapi klaimnya kelewat parah sampai bawa-bawa presiden jokowi namun tak mempan soalnya akan berhadapan dengan Buzzernya.

Lucunya manakala tak mempan, mendadak menyebutkan nama tokoh oposisi akan merestui bisnis teman makan teman, intrik basi.

Ngga mempan juga mendadak catut logo ormas, hello ingat yah pada saat Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) di Kota Banjar Jawa Barat (Jabar), NU menyatakan bisnis semacam itu haram.

NU punya banyak tokoh intelektual di segala bidang bahkan punya IMNU (Internet Marketer Nahdlatul Ulama) yang bisa menganalisis suatu bisnis dengan sistem member get member.

Modus operandi para pelaku ponzi bisa dikenali, salah satunya yakni dengan menilik rekam jejaknya.

Pun bisnis ponzi dan money gamenya bisa dikenali dengan tidak adanya produk yang dapat diperjual belikan.

Sedangkan uang yang digunakan untuk investasi pun tak jelas digunakan untuk apa, hanya dijanjikan sukses dan kaya dengan mengambil jalan pintas macam pinjam meminjam uang dari kawan.

Kemudian bisnis-bisnis tersebut menyerupai platform media sosial (Tiktok dengan TikTok Cash) dan media mainstream (Arus Utama) (Kompas dengan Compass), Love Money yang menyerupai web finance lovemoney.com serta ada yang berkamuflase sebagai layanan periklan.

Baru-baru ini salah satu aplikasi dan bisnis yang menyerupai situs finance asal luar negeri, yakni Love Money Indonesia berhasil membawa kabur uang para membernya.