JAKARTA, CILACAP.INFO – Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat yang terus meningkat sejak akhir Februari.
Percakapan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran global mengenai stabilitas kawasan serta potensi dampaknya terhadap jalur energi internasional dan keselamatan warga negara asing di wilayah tersebut.
India Serukan Dialog dan Diplomasi
Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Pezeshkian menyampaikan kepada Modi mengenai situasi terkini di Iran serta pandangannya mengenai perkembangan regional. Menanggapi hal itu, Modi menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang telah menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.
“Saya melakukan percakapan dengan Presiden Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, untuk membahas situasi serius di kawasan. Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan serta jatuhnya korban sipil dan kerusakan pada infrastruktur sipil. Keselamatan dan keamanan warga negara India, bersama dengan kebutuhan untuk memastikan kelancaran transit barang dan energi, tetap menjadi prioritas utama India. Saya juga menegaskan kembali komitmen India terhadap perdamaian dan stabilitas serta mendorong penyelesaian melalui dialog dan diplomasi,” ujar Modi dalam unggahannya di platform X.
India menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi merupakan pendekatan yang konsisten diambil oleh New Delhi dalam menghadapi ketegangan regional.
Kekhawatiran Terhadap Jalur Energi Global
Percakapan tersebut juga terjadi di tengah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat tersebut, menjadikannya koridor vital bagi kebutuhan energi banyak negara, termasuk India.
Sejak serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan terganggu.


