Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang
Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

Kompetisi ini juga mencerminkan perubahan peran kemasan di era digital. Jika sebelumnya kemasan berfungsi untuk melindungi dan mengidentifikasi produk, kini kemasan mulai berkembang menjadi medium baru untuk membangun interaksi, memperkuat cerita merek, hingga mendukung promosi destinasi wisata.

Karya para peserta dinilai oleh para profesional dari berbagai bidang, termasuk Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Creativeans, Waykambas Branding, SUKA STUDIO, serta sejumlah praktisi yang mewakili industri branding, desain, inovasi ritel, dan teknologi imersif.

Karya para finalis akan dipamerkan dalam NPEA Award Ceremony yang diselenggarakan pada rangkaian Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 yang digelar HIPPINDO pada 26 – 27 Agustus 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dalam kompetisi ini, para peserta memperebutkan hadiah senilai lebih dari Rp80 juta yang terbagi dalam lebih dari sepuluh kategori penghargaan.

Dalam acara penghargaan, Ashley Hermawan dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) berhasil meraih Grand Prize, disusul Olivia Aditya dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) sebagai Second Prize, serta Nurrahmah Kansa Aradhana dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai Third Prize.

Selain tiga pemenang utama tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga meraih penghargaan dalam sejumlah kategori lainnya, di antaranya dari Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Universitas Budi Luhur (UBL), dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Penyelenggaraan NPEA 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai mitra industri dan teknologi, termasuk Surya Palacejaya, Pixelindie, dan VR/AR Association (VRARA). Kolaborasi ini mempertemukan keahlian dari sektor kemasan, teknologi kreatif, dan pengalaman imersif untuk membuka peluang baru bagi generasi desainer Indonesia.

“Selama puluhan tahun, oleh-oleh membantu orang mengenang tempat yang pernah mereka kunjungi. Kami percaya oleh-oleh juga dapat membantu calon wisatawan memahami mengapa sebuah destinasi layak untuk dikunjungi. Setiap kemasan memiliki potensi menjadi media bercerita, bukan hanya bagi wisatawan yang membelinya, tetapi juga bagi keluarga dan teman yang menerimanya. Ketika sebuah kemasan mampu menginspirasi seseorang untuk mengenal lebih jauh suatu daerah di Indonesia, bahkan merencanakan kunjungannya sendiri, maka pengalaman wisata sesungguhnya terus berlanjut,” ujar Brian Tay, Co-Founder HOVARLAY.

Mengusung tema “Oleh-Oleh Nusantara, Gifts of the Archipelago”, NPEA 2026 menunjukkan bagaimana desain, teknologi, dan storytelling budaya dapat berjalan beriringan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi desainer masa depan menghadapi era connected packaging.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait